Jakarta – Nama Pulau Nuca Molas belakangan mencuri perhatian warganet setelah banyak foto dan video keindahan alamnya beredar di media sosial. Pulau kecil yang berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini disebut-sebut memiliki panorama yang mengingatkan pada latar film petualangan populer seperti Jurassic Park hingga Moana versi live action.
Meski bukan lokasi pengambilan gambar kedua film tersebut, perpaduan padang sabana, bukit berbatu, pantai berpasir putih, dan laut berwarna biru jernih membuat banyak orang menilai lanskap Nuca Molas memiliki nuansa yang serupa dengan dunia dalam film.
Satu-satunya Pulau di Wilayah Kabupaten Manggarai
Nuca Molas berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai. Pulau ini memiliki keistimewaan sebagai satu-satunya pulau yang masih berada dalam wilayah administratif Kabupaten Manggarai setelah terbentuknya Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
Nama “Nuca Molas” berasal dari bahasa Manggarai, di mana nuca berarti pulau, sedangkan molas memiliki arti cantik. Nama tersebut dianggap mencerminkan kondisi alam pulau yang masih asri dan memikat.
Pulau ini dihuni lebih dari seribu penduduk yang tinggal di tiga kampung, yakni Konggang, Peji, dan Labuan Ntaur. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan.
Keunikan lainnya terlihat dari kehidupan sosial masyarakat yang dihuni oleh tiga kelompok etnis, yaitu Manggarai, Bima, dan Ende. Masing-masing masih mempertahankan bahasa daerahnya, sementara mayoritas penduduk memeluk agama Islam, berbeda dengan sebagian besar wilayah Flores yang didominasi umat Katolik.
Lanskap Alam yang Masih Alami
Keindahan Nuca Molas menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Garis pantainya yang dipenuhi pasir putih berpadu dengan hamparan sabana luas dan perbukitan batu yang membentuk siluet menyerupai sosok putri tidur jika dilihat dari sudut tertentu.
Pemandangan inilah yang membuat banyak orang membandingkan pulau tersebut dengan berbagai latar film bertema petualangan. Meski demikian, kemiripan tersebut hanya sebatas kesan visual dan bukan karena pulau ini pernah digunakan sebagai lokasi syuting.
Destinasi Favorit Pecinta Wisata Bahari
Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas wisata. Pantai yang tenang menjadi lokasi ideal untuk berenang, snorkeling, menyelam, memancing, hingga bersepeda mengelilingi pulau menggunakan kendaraan milik warga.
Perairan di sekitar Nuca Molas menyimpan ekosistem laut yang masih terjaga dengan beragam terumbu karang, anemon, dan ikan tropis berwarna-warni. Pada waktu tertentu, wisatawan bahkan berpeluang melihat lumba-lumba, penyu, hingga paus yang melintas di kawasan tersebut.
Di daratan, wisatawan dapat menjumpai rusa liar dan burung maleo, serta menikmati panorama dari mercusuar yang berdiri di titik tertinggi pulau. Ombaknya yang relatif bersahabat juga membuat kawasan ini cocok untuk aktivitas seperti kayaking, berselancar, maupun berkemah di tepi pantai.
Akses Menuju Pulau
Perjalanan menuju Nuca Molas dapat dimulai dari Kota Ruteng. Dari ibu kota Kabupaten Manggarai tersebut, wisatawan perlu menempuh perjalanan darat sekitar dua hingga tiga jam menuju Dintor melalui jalur Cancar–Todo–Dintor atau Ruteng–Iteng–Dintor.
Setibanya di Dintor, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu atau speedboat menuju Pulau Nuca Molas dengan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, bergantung pada kondisi cuaca dan jenis kapal yang digunakan. Sementara bagi wisatawan yang berangkat dari Labuan Bajo, perjalanan menuju Dintor memakan waktu sekitar empat jam sebelum menyeberang ke pulau.
Infrastruktur Wisata Terus Dikembangkan
Meningkatnya minat wisatawan mendorong pengembangan berbagai fasilitas penunjang di Nuca Molas. Saat ini telah tersedia dermaga, toilet umum, serta penginapan berupa homestay bagi para pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga berencana menambah fasilitas berupa pusat penyelaman atau dive center lengkap dengan perlengkapannya guna mendukung potensi wisata bawah laut.
Pengelolaan destinasi dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nuca Molas bersama pemerintah daerah dengan mengedepankan konsep pariwisata berbasis masyarakat.
Keindahan pantai, luasnya sabana, laut yang jernih, serta kehidupan masyarakat pesisir yang masih terjaga menjadikan Nuca Molas sebagai salah satu destinasi yang mulai dilirik wisatawan dan layak disebut sebagai permata tersembunyi di Pulau Flores.(BY)







