Agam, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Agam kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam upaya mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, S.T., M.T., M.Eng., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam, Sabtu (1/8), dan disambut langsung Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., di Rumah Dinas Bupati.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan sektor perikanan yang mengalami kerusakan akibat bencana. Usai penyambutan, rombongan menuju Balai Latihan Kerja (BLK) Sungai Jariang guna menyerahkan secara simbolis bantuan satu unit ekskavator dari KKP.
Alat berat tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat rehabilitasi kawasan budidaya perikanan yang terdampak sehingga aktivitas para pembudidaya dapat segera kembali berjalan.
Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kolam Air Deras Hulu Banda Siguhung. Di lokasi itu, Sekjen KKP bersama Bupati Agam melakukan penebaran benih ikan sekaligus menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan dan nelayan berupa jaring penangkapan ikan, cool box, serta peralatan pendukung lainnya.
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan proses rekonstruksi dan operasional kembali sektor budidaya, perikanan tangkap, hingga pengolahan hasil perikanan di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam, dapat berjalan sesuai target.
“Kami telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan sepakat berbagi peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan sektor perikanan. Harapannya, masyarakat yang terdampak segera kembali berusaha sehingga roda perekonomian dapat bergerak kembali,” ujarnya.
Berdasarkan hasil validasi bersama Pemerintah Kabupaten Agam, KKP menargetkan seluruh kolam budidaya yang mengalami kerusakan ringan dengan luas sekitar 94 hektare dapat kembali beroperasi sepenuhnya pada September 2026. Untuk mendukung target tersebut, KKP menyerahkan satu unit ekskavator yang operasionalnya akan didukung Pemerintah Kabupaten Agam.
Selain alat berat, KKP juga berkomitmen menyalurkan bantuan benih ikan dan pakan pada akhir September 2026 sebagai dukungan terhadap proses produksi para pembudidaya.
Di sektor perikanan tangkap, KKP akan menyalurkan 60 unit alat penangkapan ikan bagi nelayan terdampak, terutama di kawasan Danau Maninjau. Sementara pada sektor pengolahan hasil perikanan, pemerintah memberikan bantuan peralatan pengolahan dan cool box guna menjaga kualitas produk sekaligus memperkuat pemasaran.
Tidak hanya itu, rehabilitasi unit pengolahan ikan dan pengembangan sentra pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Agam juga telah masuk dalam rencana program KKP untuk periode 2027–2028.
Menurut Andy, seluruh program tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa kembali berproduksi, kembali bekerja, dan perekonomian Kabupaten Agam pulih lebih cepat melalui sektor perikanan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Agam.
Menurutnya, bantuan ekskavator, benih ikan, pakan, alat penangkapan ikan, cool box, hingga berbagai sarana pendukung lainnya akan sangat membantu masyarakat yang terdampak agar dapat kembali menjalankan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan beserta seluruh jajaran. Kehadiran langsung Bapak Sekretaris Jenderal di Kabupaten Agam merupakan bentuk perhatian yang sangat besar terhadap masyarakat kami. Bantuan ini akan mempercepat proses pemulihan sektor perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat,” kata Benni.
Ia menambahkan, dukungan lintas kementerian menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam membantu pemulihan Kabupaten Agam. Sebelumnya, Kabupaten Agam juga telah menerima perhatian dari Kementerian Pekerjaan Umum, dan kini KKP hadir dengan berbagai program konkret bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Agam. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis sektor-sektor yang terdampak akan pulih secara bertahap sehingga kehidupan masyarakat kembali normal dan ekonomi daerah kembali tumbuh,” tutupnya.(Iban)







