Solok, fajarharapan.id – PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Sumatera Barat bersama para pemangku kepentingan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Solok. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Ruang Satlantas Polres Solok, Arosuka.
FGD dihadiri oleh perwakilan Satuan Lalu Lintas Polres Solok, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi kondisi keselamatan lalu lintas sekaligus membahas peningkatan angka kecelakaan dan tingginya tingkat fatalitas korban di wilayah hukum Polres Solok.
Melalui diskusi yang berlangsung, masing-masing instansi menyampaikan data, hasil evaluasi, serta masukan terkait kondisi lalu lintas di lapangan. Forum juga mengidentifikasi sejumlah titik rawan kecelakaan yang memerlukan perhatian bersama guna dilakukan langkah-langkah pencegahan secara terpadu.
Salah satu tindak lanjut yang disepakati dalam kegiatan tersebut adalah rencana pemasangan spanduk imbauan keselamatan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pemasangan spanduk ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang efektif sekaligus mengingatkan pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menyampaikan bahwa upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Focus Group Discussion ini, kami bersama Kepolisian, BPTD, dan stakeholder lainnya menyamakan persepsi serta merumuskan langkah-langkah strategis berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan. Harapannya, berbagai program yang disepakati dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kecelakaan maupun fatalitas korban di Kabupaten Solok,” ujar Teguh.
Ia menambahkan bahwa Jasa Raharja tidak hanya berperan dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program pencegahan melalui edukasi, koordinasi lintas sektor, survei titik rawan kecelakaan, serta berbagai kegiatan keselamatan lainnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat bersama Kepolisian, BPTD, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait, Jasa Raharja Sumbar berharap berbagai langkah yang telah dirumuskan dalam Focus Group Discussion ini dapat segera diimplementasikan. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan lalu lintas yang semakin aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Solok.(*)







