Kota Solok, Fajarharapan.id – Dalam upaya memperkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pasca Bencana di Kota Solok. Secara terukur, Pemko Solok telah Realisasikan Dana bantuan Presiden (Banpres) Secara Maksimal dan terukur sesuai program yang telah ditentukan di Kota Solok.

Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyelesaikan penyaluran dan pemanfaatan Dana Bantuan Presiden (Banpres) secara penuh atau 100 persen. Dana ini menjadi pendorong utama pemulihan pascabencana sekaligus penguatan infrastruktur irigasi yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Demikian disampaikan Walikota Solok DR. H. Ramdhani Kirana Putra, SE.MM, disela-sela kegiatan Car Free Day yang berlangsung pada Minggu (21/06/2026).
Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tersalurnya dan terealisasinya bantuan ini secara maksimal oleh Dinas-Dinas terkait. Menurutnya, keberhasilan penyerapan dana merupakan wujud kerja keras bersama dan komitmen dalam menjaga amanah yang diberikan.
“Dana Banpres ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah. Kami pastikan penggunaannya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Yakni dalam memperbaiki apa yang rusak, dan membangun sistem yang lebih kuat agar tidak hanya pulih, tetapi juga lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan. Dengan tujuan hasilnya bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Kota Solok,”sebut Walikota Solok.
Selanjutnya dalam mengantisipasi terjadinya dampak bencana di Kota Solok. Pemko Solok juga mewujudkan Kota Sehat, Hijau, dan Tangguh, hal itu dengan tujuan demi mengantisipasi tantangan lingkungan masa depan, Pemko Solok gebyarkan penanaman tanam Bibit Bakau di Kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Solok. “Hal itu adalah dalam upaya demi meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung langkah-langkah mengantisipasi datangnya bencana. Dan terkhususnya dalam mengantisipasi potensi banjir,”sebutnya.

Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, secara symbolis menyerahkan bibit bakau kepada seluruh lurah se-Kota Solok. Bibit yang diserahkan Wako Ramadhani didampingi langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad SIK, M. Si, dan seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kota Solok ini nantinya akan ditanam di lokasi-lokasi yang telah ditentukan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat daya dukung alam.
Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, menyebut bahwa, “kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting membangun kembali kepedulian terhadap lingkungan yang menurutnya harus menjadi karakter bersama, terutama bagi generasi muda.”
“Kita hadir bersama bagaimana membangun kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan sekaligus mendukung langkah-langkah mitigasi bencana, khususnya dalam mengantisipasi potensi banjir dengan melakukan penanaman, menjaga dan merawat pohon bakau, serta mewariskan kepedulian lingkungan kepada generasi muda,” ungkap Wako Solok.
Ia mengingatkan masyarakat telah merasakan langsung dampak ketika lingkungan tidak terjaga. Kita sudah merasakan akibatnya. “Ketika lingkungan rusak, yang muncul adalah banjir, longsor, dan kerusakan yang lebih luas. Karena itu kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan kita,”ujarnya.

Dan tak lupa Ia mengungkapkan bahwa kerusakan akibat bencana tidak hanya menghantam infrastruktur dan permukiman. Tetapi juga memukul ekosistem yang selama ini menopang kehidupan. Penanaman bakau dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bantaran Sungai yang sempat terendam banjir dan longsor.
Tanaman bakau dengan nama latin Rhizophora Muncronata dapat tumbuh hingga ketinggian 35-40 meter. Tumbuhan ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah, seperti bakau, genjah, bakau gundul, dan bangko.
Tanaman bakau atau mangrove merupakan tumbuhan berbentuk semak dan pohon merupakan salah satu ekosistem yang tumbuh di muara sungai. Daerah endapan lumpur kerap menjadi tempat bertumbuhnya tanaman bakau dapat menjadi resapan air untuk menghindari pengikisan tanah oleh air.
Pemerintah Kota Solok bersama Polres Solok Kota berharap, dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi terwujudnya Kota Solok yang sehat, hijau.”Dan tangguh menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan,”. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Solok, Afrizal, menyampaikan bahwa penyerapan dana sebesar Rp1.391.740.000 tersebut telah digunakan secara terukur dan tepat sasaran untuk tiga paket pekerjaan strategis.
“Secara prinsip, Dana Banpres atau Bantuan Keuangan Khusus yang dikelola Dinas PUPR telah terealisasi 100 persen. Pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan mendesak, baik untuk pemulihan pascabencana maupun penguatan akses ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyelesaikan penyaluran dan pemanfaatan Dana Bantuan Presiden (Banpres) secara penuh atau 100 persen. Dana ini menjadi pendorong utama pemulihan pascabencana sekaligus penguatan infrastruktur irigasi yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi: Rehabilitasi dan pembangunan Banda Buang Sawah Solok. Peninggian pasangan saluran buang irigasi Nampa di Gawan. Pembangunan dinding penahan tebing dan pembersihan sedimen saluran Bandar Ulu Aia di Pincuran Tujuh.

Selain perbaikan jaringan irigasi, Dana Banpres juga digunakan untuk mendukung upaya mitigasi bencana, salah satunya dengan pengadaan mobil tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Kendaraan ini selanjutnya akan dikelola oleh PDAM Pincuran Makmur untuk melayani kebutuhan air bersih warga, terutama saat terjadi gangguan atau kondisi darurat.
Afrizal menambahkan bahwa program ini dirancang sejak awal berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, guna memperkuat ketahanan lingkungan dan mendukung kelancaran aktivitas pertanian serta ekonomi warga.
“Dana ini tidak hanya berfungsi untuk perbaikan fisik, tetapi juga melengkapi upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan publik terbaik. Keberhasilannya juga menjadi bagian dari sinergi yang baik dengan pengelolaan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) yang terus kita perhatikan dan tingkatkan manfaatnya,” ujarnya.
Wakil Walikota Solok Suryadi Nurdal juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan. “Kami terus mendorong seluruh jajaran agar setiap bantuan yang diterima dikelola dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah langkah nyata mewujudkan kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Pemerintah Kota Solok menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan telah diawasi sesuai ketentuan yang berlaku. “Dengan pemanfaatan yang transparan dan tepat sasaran, Dana Banpres menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan Kota Solok yang lebih tangguh, produktif, dan sejahtera kedepanya.
Harapan kita Pemko Solok agar merasakan dampak nyata dari pembangunan ini. Saluran irigasi yang kembali berfungsi optimal memudahkan pengairan sawah, sedangkan sistem pengendalian air yang diperkuat membantu mengurangi risiko banjir dan kerusakan lingkungan di musim hujan,”sebutnya.(Ron).







