Padang  

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Aksi Mahasiswa di Polda Sumbar Sempat Diwarnai Saling Dorong

Demo di Depan Mapolda Sumbar Sempat Memanas, Massa Desak Evaluasi Kinerja Polri.
Demo di Depan Mapolda Sumbar Sempat Memanas, Massa Desak Evaluasi Kinerja Polri.

Padang – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Barat Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat pada Senin (29/6) sore. Aksi tersebut berlangsung menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan sempat diwarnai ketegangan antara peserta aksi dengan aparat kepolisian.

Rombongan demonstran tiba di Mapolda Sumbar sekitar pukul 15.40 WIB setelah bergerak dari kawasan Kantor Gubernur Sumatera Barat menggunakan kendaraan komando. Mereka membawa berbagai atribut organisasi kemahasiswaan, seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), SAPMA, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya.

Sesampainya di lokasi, para peserta aksi langsung menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka juga membentangkan berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap institusi kepolisian, di antaranya bertuliskan “Evaluasi Total Polda Sumbar”, “Polda Busuk”, serta sejumlah tuntutan lain terkait penegakan hukum di Sumatera Barat.

Dalam aksi tersebut, massa membakar ban bekas di tengah jalan sebagai bentuk protes. Namun, aparat kepolisian meminta agar api segera dipadamkan karena pembakaran ban dinilai melanggar aturan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Permintaan itu sempat memicu ketegangan. Massa dan petugas kepolisian terlibat aksi saling dorong di depan gerbang Mapolda Sumbar. Untuk mengantisipasi situasi yang berkembang, sejumlah personel kepolisian mengenakan perlengkapan pengamanan berupa helm dan tameng.

Meski sempat terjadi ketegangan, situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah dilakukan dialog antara aparat kepolisian dengan koordinator lapangan. Setelah mediasi berlangsung, massa kembali melanjutkan penyampaian aspirasi secara tertib di bawah pengawasan petugas.

Koordinator Lapangan aksi, Mardian Susanto, menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus evaluasi terhadap kinerja kepolisian yang bertepatan dengan momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, masyarakat berharap Polri semakin profesional dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

Mardian juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bersifat damai dan tidak memiliki tujuan untuk menciptakan kerusuhan maupun tindakan anarkis.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Yang kami inginkan adalah adanya evaluasi terhadap institusi Polri, bukan membuat keributan,” ujarnya.

Dalam orasi yang disampaikan, massa mengajukan sejumlah tuntutan. Mereka meminta Mabes Polri memeriksa mantan Kapolda Sumbar, mengusut tuntas dugaan aktor intelektual di balik kasus pabrik narkoba di Kota Padang, serta mengambil langkah tegas terhadap aktivitas tambang ilegal yang hingga kini masih marak terjadi di Sumatera Barat.

Mardian menilai persoalan tambang ilegal menjadi salah satu isu mendesak yang harus segera ditangani aparat penegak hukum. Ia berharap upaya pemberantasannya menjadi prioritas, termasuk sebelum proses serah terima jabatan Kapolda Sumbar yang baru dilaksanakan.

Aksi demonstrasi tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Mapolda Sumbar. Untuk mengurangi kepadatan kendaraan, petugas Satuan Lalu Lintas menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik sekitar lokasi.

Kendaraan yang datang dari arah GOR Haji Agus Salim dialihkan menuju Rumah Sakit Yos Sudarso melalui jalur kiri, sementara kendaraan dari arah Pasar Raya Padang diarahkan menuju simpang Kantor BPBD Sumbar agar tidak melewati kawasan depan Mapolda yang menjadi pusat aksi.

Setelah seluruh tuntutan disampaikan, massa membubarkan diri secara tertib. Situasi di sekitar lokasi kembali kondusif, sementara aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan hingga seluruh peserta aksi meninggalkan area demonstrasi.(des*)