Pulang Pisau, fajarharapan.id – Bupati Ahmad Rifa’i mengingatkan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pulang Pisau agar memberikan penjelasan yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Imbauan tersebut disampaikan Ahmad Rifa’i saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor BPS Pulang Pisau, Jalan Lintas Kalimantan, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami tujuan utama dari pendataan tersebut. Bahkan, tidak sedikit warga yang masih memiliki kekhawatiran bahwa data yang diberikan akan berdampak pada kewajiban perpajakan.
“Masih ada masyarakat yang belum memahami fungsi pendataan ini. Karena itu saya minta petugas BPS di lapangan dapat menyampaikan penjelasan dengan baik, sehingga masyarakat mengerti pentingnya sensus ini dan kita memiliki data ekonomi yang kuat untuk Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Rifa’i.
Ia menilai, pemahaman yang benar sangat penting agar masyarakat tidak ragu memberikan informasi yang dibutuhkan. Sebab, data yang dihimpun akan menjadi gambaran nyata kondisi ekonomi masyarakat dan menjadi dasar dalam menyusun arah pembangunan.
Bupati menegaskan, Sensus Ekonomi bukan hanya menyasar pelaku usaha seperti UMKM, tetapi juga mencakup kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh, termasuk sektor perumahan, akses listrik, hingga berbagai indikator kesejahteraan lainnya.
“Masyarakat kadang berpikir data ini akan berpengaruh pada pajak. Padahal tujuannya jauh lebih luas, untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat secara utuh agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya tidak hanya menjadi acuan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari data nasional yang digunakan pemerintah pusat dalam merancang kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi secara nasional.
Dengan data yang valid dan komprehensif, pemerintah diharapkan dapat merancang program pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Sementara itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pulang Pisau melibatkan total 156 petugas lapangan, terdiri dari 135 enumerator dan 21 supervisor. Selain itu, sebanyak 23 pegawai BPS Kabupaten Pulang Pisau turut mendukung jalannya kegiatan sebagai tim pelaksana.
Pemerintah daerah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat mendukung kelancaran pendataan, sehingga hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi riil ekonomi daerah dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Pulang Pisau ke depan.(Fjr)







