Sekayu, fajarharapan.id – Kabar menggembirakan datang bagi generasi muda Kabupaten Musi Banyuasin. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba resmi mengumumkan sebanyak 20 peserta dinyatakan lulus dalam Seleksi Pelatihan Bidang Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahun Anggaran 2026.
Program strategis ini merupakan hasil kerja sama antara Disnakertrans Muba dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu. Seluruh pembiayaan pelatihan ditanggung penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Para peserta yang lolos merupakan putra-putri terbaik Musi Banyuasin yang berhasil melewati serangkaian seleksi ketat. Mereka nantinya akan mendapatkan pelatihan kompetensi bersertifikasi nasional untuk mendukung kesiapan memasuki dunia kerja sektor migas yang membutuhkan tenaga profesional dan terampil.
Tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga memberikan perlindungan jaminan sosial kepada seluruh peserta. Selama menjalani pelatihan, para peserta telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan keamanan peserta.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos seleksi. Menurutnya, program pelatihan migas ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing tinggi.
Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Bupati HM Tobat Tohet bersama Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, Pemkab Muba terus berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui berbagai pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi keahlian khusus.
“Program ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Musi Banyuasin untuk memiliki keterampilan profesional sehingga mampu bersaing dan terserap langsung di sektor industri migas,” ujarnya.
Disnakertrans Muba juga mengingatkan seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus agar segera melakukan lapor diri kembali ke Kantor Disnakertrans Muba, khususnya pada Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta).
Lapor diri tersebut diperlukan untuk pengurusan administrasi lanjutan sekaligus persiapan teknis keberangkatan menuju PPSDM Migas Cepu. Peserta diwajibkan membawa dokumen asli berupa KTP atau Kartu Keluarga serta bukti nomor berkas pendaftaran awal.
Adapun peserta yang lulus berasal dari tiga jurusan pelatihan yang dibuka tahun ini, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja Migas (K3) Tingkat Operator, Pengukur Isi Tangki Minyak Bumi dan Hasil Olahan (PPT), serta Operasi Pesawat Angkat, Angkut dan Juru Ikat Beban (Riger).
Pada jurusan K3 Tingkat Operator, peserta yang dinyatakan lulus yakni Bayu Anggara Dwi Putra dari Bayung Lencir, Dwi Widya Dewanti dari Babat Toman, Eabel Dela Sylvira dari Sungai Keruh, Faiq Febriyande dari Sekayu, Fairus Naifah Firjatullah dari Sekayu, Femalita Indira dari Sekayu, Ghrisma Anugrah Pratiwi dari Tungkal Jaya, Muhammad Safariliyu dari Sekayu, Muhammad Sutan Juansyah dari Sekayu, serta Putri Nadia dari Sungai Keruh.
Sementara pada jurusan Pengukur Isi Tangki Minyak Bumi dan Hasil Olahan, peserta yang lolos terdiri dari Albert Yogaswara, Jerri Juliandi, M Insan Akbar, Mutiara Salsabila Qonita, dan Ricky Armeido yang seluruhnya berasal dari Kecamatan Sekayu.
Sedangkan pada jurusan Operasi Pesawat Angkat, Angkut dan Juru Ikat Beban atau Riger, peserta yang lulus yakni Erwan Saputra dan M Daffa Adiraly dari Kecamatan Lais, Redi dari Babat Supat, serta Ridwansyah Maulana dan Rizky Desta Prayoga dari Kecamatan Sekayu.
Program pelatihan ini diharapkan menjadi pintu awal lahirnya tenaga kerja muda Muba yang kompeten, profesional, serta siap bersaing di industri migas nasional yang terus berkembang pesat.(*)







