Padang, fajarharapan.id – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat turut menghadiri Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (28/4) di Aula Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat.
Forum ini menjadi ruang koordinasi strategis lintas sektor dalam membahas berbagai persoalan transportasi yang menjadi perhatian bersama, khususnya terkait upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kelancaran arus kendaraan di Kota Padang dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumbar, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), PT KAI Divre II Sumbar, Satlantas Polresta Padang, DPD Organda Sumbar, hingga Pengamat Transportasi Sumatera Barat Yossyafra, ST., M.Eng.
Forum ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama antarinstansi dalam mencari solusi konkret terhadap berbagai persoalan lalu lintas yang berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat. Sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan menjadi fokus pembahasan agar dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang terukur dan berkelanjutan.
Terdapat tiga agenda utama yang menjadi pembahasan dalam forum tersebut, yakni penanganan terminal bayangan, rekayasa lalu lintas di Simpang Pisang Bypass, serta penanganan kemacetan dan keselamatan di perlintasan sebidang kawasan Tunggul Hitam.
Pada agenda pertama, forum menyoroti keberadaan terminal bayangan yang masih menjadi salah satu penyebab kemacetan dan ketidaktertiban lalu lintas, khususnya bagi angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP). Untuk mengatasi hal tersebut, disepakati perlunya pengaktifan kembali Terminal Tipe A Anak Air sebagai pusat aktivitas resmi naik dan turun penumpang.
Sebagai tindak lanjut, seluruh stakeholder sepakat untuk melakukan sosialisasi intensif serta penyampaian surat resmi kepada pemilik PO bus AKAP agar secara aktif menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal resmi. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi praktik terminal bayangan yang selama ini berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran lalu lintas, hingga risiko kecelakaan.
Agenda kedua membahas rekayasa lalu lintas di Simpang Pisang Bypass yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan akibat tingginya konflik pergerakan kendaraan. Forum menyepakati perlunya sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan akses Simpang Pisang serta penutupan U-Turn oleh BPJN sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan di persimpangan tersebut.
Langkah rekayasa ini diharapkan mampu menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib, mengurangi konflik kendaraan dari berbagai arah, serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, pada agenda ketiga, forum membahas penanganan kemacetan di perlintasan sebidang kawasan Tunggul Hitam yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas di Kota Padang. Salah satu tindak lanjut yang disepakati adalah sosialisasi rekayasa lalu lintas di pertigaan Dadok Tunggul Hitam, termasuk kajian terhadap keberadaan U-Turn di Jalan Adinegoro.
Rekayasa ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang kendaraan, meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, sekaligus menekan risiko kecelakaan yang sering terjadi akibat kepadatan kendaraan di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menegaskan bahwa forum seperti ini memiliki peran yang sangat penting dalam membangun sinergi lintas sektor untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan berkeselamatan.
“Permasalahan lalu lintas tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan koordinasi yang kuat dan komitmen bersama dari seluruh stakeholder agar setiap persoalan dapat ditangani secara menyeluruh. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini menjadi wadah yang sangat strategis untuk menyatukan langkah dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Teguh.
Menurutnya, langkah-langkah preventif seperti pengaktifan terminal resmi, penutupan titik rawan konflik kendaraan, hingga rekayasa lalu lintas di kawasan padat kendaraan merupakan upaya nyata yang harus terus didorong secara konsisten.
“Kami mendukung penuh seluruh upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah dan stakeholder terkait dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman. Kami berharap hasil forum ini tidak hanya berhenti pada pembahasan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga seluruh elemen masyarakat perlu turut berperan aktif, mulai dari kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas hingga dukungan terhadap kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah.
Melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Sumatera Barat ini, diharapkan berbagai persoalan transportasi yang selama ini menjadi perhatian dapat segera ditangani secara efektif. Dengan sinergi yang semakin kuat antarinstansi, diharapkan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, kemacetan dapat dikurangi, dan masyarakat dapat merasakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan nyaman, khususnya di wilayah Kota Padang dan sekitarnya.(*)





