Kota Pariaman – Sebanyak 156 pelajar terbaik Kota Pariaman harus bersiap menghadapi seleksi ketat Paskibraka 2026. Di Balairung rumah dinas, Selasa (14/4/2026), Wali Kota Yota Balad membuka langsung proses yang disebutnya tanpa kompromi, tanpa titipan, tanpa jalur belakang.
Pesan itu ditegaskan sejak awal. Yota Balad meminta seluruh peserta menghapus pola pikir lama tentang “orang dalam”.
Menurut Yota Balad, satu-satunya tiket lolos hanyalah kemampuan, latihan, dan kerja keras yang nyata di lapangan.
Atmosfer seleksi pun terasa serius. Para siswa-siswi kelas X dari berbagai SMA dan SMK datang membawa harapan besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan sekolah yang mereka wakili. Nama baik menjadi taruhan, disiplin menjadi kunci.
Jumlah peserta yang seimbang, 78 putra dan 78 putri. Menunjukkan antusiasme tinggi generasi muda Pariaman. Namun di balik angka itu, tersimpan persaingan yang tak mudah. Hanya yang benar-benar siap secara fisik dan mental yang akan bertahan.
Dalam arahannya, Yota Balad juga mengingatkan sisi lain yang sering dilupakan itu adalah sikap. Bagi yang terpilih, ia berpesan agar tidak jumawa.
Sementara yang belum berhasil diminta untuk tetap bangkit dan tidak kehilangan semangat.
Seleksi ini bukan sekadar memilih pengibar bendera.
Ia adalah proses membentuk karakter. Melatih ketangguhan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus. Di sinilah nilai sebenarnya dipertaruhkan, bukan hanya hasil akhir.
Kini, semua mata tertuju pada proses yang sedang berjalan. Apakah benar seleksi ini akan bersih tanpa intervensi? Atau justru kembali mengulang cerita lama?.
Yang pasti, 156 peserta ini sedang berjuang membuktikan bahwa mereka layak berdiri tegak di momen paling sakral peringatan kemerdekaan.(mak).






