Jakarta, fajarharapan.id — Persiapan menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 2026 mulai dimaksimalkan. Jasa Raharja ambil bagian dalam survei jalur di wilayah hukum Polda Jawa Barat sebagai langkah konkret memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan terkendali.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Operasi Ketupat 2026, operasi pengamanan tahunan yang digelar Polri saat momentum Lebaran. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan di titik-titik strategis, mulai dari rest area, jalur tol, hingga pos pengamanan utama yang diprediksi menjadi simpul kepadatan kendaraan.
Rombongan survei dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. Sejumlah kementerian dan lembaga turut terlibat, di antaranya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta unsur BUMN terkait. Dari Jasa Raharja, hadir Direktur Utama Muhammad Awaluddin dan Direktur Operasional Ariyandi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan keselamatan transportasi.
Titik pertama yang ditinjau adalah Rest Area KM 81 Tol Cipali, yang diproyeksikan menjadi salah satu lokasi favorit pemudik untuk beristirahat. Rombongan kemudian bergerak ke Induk PJR Cipali KM 188 dan Pos Cileunyi melalui Tol Cisumdawu. Seluruh lokasi tersebut dinilai krusial dalam pengendalian arus kendaraan saat puncak mudik dan arus balik.
Irjen Pol Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 mengusung semangat kolaboratif dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Menurutnya, negara hadir melalui sinergi lintas sektor untuk menjamin keselamatan masyarakat, baik di jalur Sumatra maupun Pulau Jawa.
Salah satu strategi baru yang disiapkan adalah pembentukan check point pemeriksaan kendaraan, khususnya bus dan travel. Pemeriksaan meliputi aspek kelaikan teknis armada, kondisi fisik dan kesehatan pengemudi, hingga kelengkapan administrasi. Kegiatan ini dilakukan terpadu bersama Kementerian Perhubungan, unsur kesehatan, dan didukung Jasa Raharja.
Selain itu, skema rekayasa lalu lintas juga disiapkan, termasuk optimalisasi Tol Japek Selatan saat arus balik, percepatan perbaikan ruas jalan rusak, serta penguatan pengawasan di jalur arteri dan jalan nasional yang berpotensi padat.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan pihaknya siap memperkuat dukungan di lapangan. Perusahaan akan menyiapkan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) di sepanjang lintasan mudik, termasuk di KM 81 yang dijadikan bagian dari check point station.
Posyanter tersebut akan difungsikan sebagai pusat layanan terpadu, mulai dari dukungan pemeriksaan kesehatan pengemudi, penyediaan informasi rute perjalanan, hingga edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat. Fokus utama Jasa Raharja, kata Awaluddin, adalah menekan angka kecelakaan dan meminimalkan fatalitas selama periode mudik dan balik.
Ia menekankan bahwa kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen pelayanan prima. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang perlindungan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas, Jasa Raharja ingin memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan optimal selama mobilitas Lebaran.
Melalui survei jalur ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat koordinasi, integrasi data, serta kesiapsiagaan operasional. Lonjakan mobilitas saat Idulfitri diprediksi signifikan, sehingga langkah antisipatif harus dilakukan jauh sebelum puncak arus terjadi.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis mitigasi risiko, Operasi Ketupat 2026 diharapkan tidak hanya mampu mengurai kemacetan, tetapi juga menurunkan tingkat kecelakaan. Pemerintah dan seluruh stakeholder ingin memastikan perjalanan mudik tahun ini berlangsung lebih aman, tertib, dan memberikan rasa tenang bagi jutaan masyarakat yang pulang ke kampung halaman.(*)






