Pariaman Bergerak! 400 Ribu Pohon Ditanam, Jajanan Sekolah Disisir, Pabukoan Diawasi Ketat

Kota Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat tancap gas. Tak ingin sekadar wacana, tindak lanjut pertemuan dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang langsung diwujudkan dalam rapat koordinasi (Rakor) strategis yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Afrizal Azhar, Selasa siang (27/1/2026), di Balai Kota Pariaman.

Rakor itu menjadi sinyal kuat. Urusan pangan dan lingkungan tak bisa ditawar. Lima agenda krusial dibedah tajam dalam rakor tersebut. Mulai dari gerakan masif penanaman pohon pascabanjir, pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), penguatan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, pelaksanaan Program Desa Pangan Aman, hingga pengawasan ketat pabukoan menjelang Ramadhan.Semua dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Afrizal Azhar menyatakan kesiapan penuh Pemko Pariaman mendukung program BBPOM, termasuk menyiapkan lokasi penanaman 400 ribu pohon bantuan BPOM Pusat.

Empat kecamatan disiapkan sebagai sasaran, dengan fokus utama Hutan Kota Sikapak Timur seluas 2,5 hektare yang akan disulap menjadi ruang hijau sekaligus destinasi wisata keluarga berbasis alam.

Tak berhenti di situ, penanaman pohon juga akan menyasar bantaran sungai dan kawasan terdampak banjir. Aksi simbolik ini dijadwalkan berlangsung 30 Januari 2026, melibatkan seluruh kepala OPD dengan balutan pakaian adat. Adat sebuah pesan kuat bahwa pemulihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Di sektor pangan, Pemko Pariaman bersikap tegas. Pemeriksaan jajanan anak sekolah akan digelar 12 Februari 2026 dengan menggandeng sekolah dan instansi terkait. Para pedagang di lingkungan sekolah akan didata dan jajanan mereka diuji, memastikan tak ada zat berbahaya yang mengancam kesehatan generasi muda.

Untuk lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Pemko mengalihkan fokus ke Pasar Kuraitaji. Setelah Pasar Rakyat Pariaman meraih juara pada 2021, kini Kuraitaji disiapkan melalui pembinaan intensif dan pembenahan menyeluruh agar kepercayaan publik terhadap kualitas pangan pasar tradisional terus meningkat.

Afrizal juga menegaskan pentingnya Program Desa Pangan Aman. Ia mendorong OPD terkait menggandeng desa dan kelurahan, melibatkan kader lokal untuk mengedukasi masyarakat agar mandiri menjamin pangan aman hingga tingkat rumah tangga, sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Menjelang Ramadhan, pengawasan pabukoan dipastikan berlangsung tanpa kompromi. BBPOM bersama Pemko akan menyisir makanan berbuka puasa dari ancaman formalin, boraks, dan bahan berbahaya lainnya.

Pedagang yang terbukti melanggar tak hanya ditindak, tetapi juga diberi sanksi sosial agar efek jera benar-benar terasa.

Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, menegaskan seluruh program ini lahir dari hasil pengamatan langsung di lapangan.

Menurutnya, pengawasan dan pengujian pangan adalah benteng terakhir melindungi kesehatan publik. Ia pun mengingatkan masyarakat agar cerdas memilih pangan. Karena, keselamatan konsumen dimulai dari kesadaran bersama.(mak).