Solidaritas Dunsanak Bengkalis Riau Menguatkan Padang Pariaman Pascabencana

Padang Pariaman — Saat bencana memukul dan luka belum sepenuhnya kering, solidaritas datang mengetuk dengan cara paling manusiawi. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyambut dengan mata berkaca kunjungan kemanusiaan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kabupaten Bengkalis dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkalis, Selasa (30/12/2025).

Di Pendopo Bupati, suasana tak sekadar resmi—ia berubah menjadi ruang kehangatan, tempat kepedulian dan empati bertemu dengan duka masyarakat yang sedang berjuang bangkit.

Rombongan dari Bengkalis datang tidak dengan tangan kosong. PKDP Bengkalis menyerahkan bantuan dana Rp25 juta, sementara PGRI Bengkalis menyalurkan Rp50 juta. Lebih dari itu, bantuan sembako dan logistik langsung digerakkan ke lokasi terdampak, menjawab kebutuhan paling mendesak warga yang kehilangan banyak hal.

Bagi Bupati John Kenedy Azis, bantuan ini bukan soal jumlah. Ini tentang rasa tidak sendiri menghadapi bencana.

“Alhamdulillah, hari ini saya merasa dikuatkan. Di saat berat seperti ini, kehadiran dunsanak dari Bengkalis memberi kami energi untuk terus berdiri dan melangkah,” ujar Bupati dengan suara tertahan haru.

Ia menegaskan bahwa dukungan lintas daerah tersebut menjadi penopang moral bagi pemerintah dan masyarakat Padang Pariaman dalam melewati fase sulit pemulihan pascabencana.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, PKDP Bengkalis, PGRI Bengkalis, dan seluruh dunsanak. Kepedulian ini adalah bukti bahwa kita satu dalam rasa,” tegasnya.

Bupati menilai, bantuan dan kepedulian yang datang merupakan cermin kuatnya nilai gotong royong dan ikatan kekeluargaan Minangkabau yang melampaui batas wilayah administratif.

“Bencana boleh memisahkan jarak, tapi tidak memisahkan hati. Inilah kekuatan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Ia pun menutup dengan doa, berharap setiap uluran tangan dibalas dengan kebaikan berlipat, dan setiap bantuan yang diterima menjadi berkah bagi warga terdampak.

Di Padang Pariaman, solidaritas dari Bengkalis hari itu menjadi lebih dari sekadar bantuan—ia menjelma harapan, kekuatan, dan bukti bahwa di tengah bencana, kemanusiaan masih berdiri tegak.(r-bay).