Aceh  

Kapolri Perintahkan 209 Sumur Bor untuk Pemulihan Aceh Tamiang

Pembuatan sumur bor air bersih di Aceh Tamiang
Pembuatan sumur bor air bersih di Aceh Tamiang

JakartaWarga Kabupaten Aceh Tamiang saat ini menghadapi krisis air bersih akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, pembangunan sumur bor terus dikebut.

Sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi, menjelaskan bahwa pada hari ketiga pelaksanaan, terdapat tujuh titik sumur bor yang menjadi fokus penggalian dan operasional di lokasi prioritas.

“Hingga saat ini, jajaran Polri terus melakukan koordinasi, monitoring, serta analisis dan evaluasi secara intensif di Posko Polri, guna memastikan penggalian dan pengoperasian sumur bor tepat sasaran dan segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Erdi, Sabtu (20/12/2025).

Lokasi Sumur Bor Hari ke-3:

Masjid Miftahul Jannah, Dusun Mesjid, Desa Payah Rahat, Kecamatan Banda Mulia

Kampung Suka Mulia, Dusun Rukun, Kecamatan Banda Mulia

Masjid Istiqamah, Kampung Suka Mulia, Kecamatan Banda Mulia

Kampung Suka Mulia, Dusun Keluarga, Kecamatan Banda Mulia

Masjid Nurul Iman, Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru

Masjid Nurut Taqwa, Dusun Masjid, Desa Medang Ara, Kecamatan Karang Baru

SD Suka Mulia Paya Raja, Desa Suka Mulia Upah, Kecamatan Banda Mulia

Erdi menambahkan, hingga saat ini sebanyak 24 sumur bor telah aktif dan dimanfaatkan langsung oleh warga Aceh Tamiang, khususnya di wilayah dengan kebutuhan air bersih paling mendesak.

Sebelumnya, Kapolri menegaskan bahwa Polri diperintahkan membangun 209 sumur bor di Aceh Tamiang sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana. Program ini merupakan bagian dari total 338 fasilitas sumur bor yang disiapkan di Provinsi Aceh.

Selain pembangunan sumur bor, Polri juga menyediakan fasilitas sanitasi berupa empat unit MCK di wilayah Sumatera dan 15 unit MCK di Aceh Tamiang. Fasilitas ini diharapkan mendukung kebutuhan mandi, cuci, dan kakus sekaligus mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan.

Langkah cepat dan berkelanjutan ini menegaskan komitmen Polri untuk memastikan bantuan darurat segera dirasakan masyarakat serta menghadirkan kehadiran negara secara nyata di tengah upaya pemulihan pascabencana.(des*)