Manfaat Besar di Balik Bawang Putih Mentah, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Mengonsumsi bawang putih mentah memang memiliki segudang manfaat, tapi terdapat bahaya makan bawang putih mentah yang perlu diwaspadai.
Mengonsumsi bawang putih mentah memang memiliki segudang manfaat, tapi terdapat bahaya makan bawang putih mentah yang perlu diwaspadai.

JakartaBawang putih mentah kerap dianggap sebagai bahan alami yang kaya manfaat bagi kesehatan. Meski demikian, konsumsi dalam jumlah tertentu juga dapat menimbulkan efek yang kurang menguntungkan bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi tanpa memperhatikan batas aman.

Salah satu dampak yang jarang disadari dari mengonsumsi bawang putih mentah adalah gangguan pada sistem pencernaan. Bawang putih mengandung allicin, yaitu senyawa berbasis sulfur yang dikenal memiliki berbagai khasiat kesehatan, sebagaimana dilaporkan oleh Healthline.

Saat bawang putih dimasak—baik ditumis, direbus, maupun dipanggang—kadar allicin di dalamnya akan menurun. Sebaliknya, mengonsumsinya dalam keadaan mentah membuat senyawa tersebut tetap utuh, sehingga manfaatnya bisa diperoleh secara maksimal.

Sejumlah manfaat bawang putih mentah antara lain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, serta mendukung fungsi otak. Namun demikian, konsumsi tanpa kontrol justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Dampak Negatif Konsumsi Bawang Putih Mentah

Mengonsumsi satu hingga dua siung bawang putih per hari umumnya masih tergolong aman. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan, beberapa efek samping berikut dapat muncul:

1. Gangguan saluran cerna
Bawang putih mengandung fruktan, jenis karbohidrat yang juga terdapat pada bawang bombai, daun bawang, dan asparagus. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki intoleransi fruktan, zat ini dapat menyebabkan perut kembung, produksi gas berlebih, dan nyeri perut.
Fruktan yang tidak terserap di usus halus akan difermentasi di usus besar, proses inilah yang memicu keluhan pencernaan.

2. Bau napas tidak sedap
Kandungan senyawa sulfur dalam bawang putih dapat memicu bau mulut, terutama bila dikonsumsi lebih dari dua siung. Efek ini lebih kuat pada bawang putih mentah karena proses memasak biasanya menurunkan kadar senyawa sulfur tersebut.

3. Meningkatkan risiko perdarahan
Asupan bawang putih dalam jumlah besar juga dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hal ini disebabkan sifat antitrombotik bawang putih yang dapat menghambat pembekuan darah.
Risiko ini perlu diwaspadai terutama bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau akan menjalani tindakan operasi. Konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi bawang putih sebagai suplemen.

4. Memicu rasa perih di lambung
Bagi penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), bawang putih mentah berpotensi memperburuk gejala.
Bawang putih dapat menurunkan kekuatan otot sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa panas serta mual.

Tips Aman Mengonsumsi Bawang Putih

Untuk konsumsi harian, bawang putih mentah sebaiknya dibatasi sekitar satu hingga dua siung. Jika dalam bentuk suplemen, dosis yang umumnya dianggap aman berkisar hingga 3.600 miligram per hari.

Bawang putih mentah dapat dikonsumsi dengan cara diiris tipis atau dikunyah langsung. Untuk mengurangi rasa pedas dan menyengat, bawang putih bisa dikombinasikan dengan makanan lain, seperti daging atau sayuran segar, agar rasanya lebih ringan di mulut.

Kesimpulannya, meski memiliki banyak manfaat, bawang putih mentah tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan lambung atau riwayat masalah pencernaan.(BY)