Kota Pariaman – Derita warga pascabanjir di Dusun Sampan, Desa Punggung Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan, tidak dibiarkan begitu saja. Pagi yang masih lembab oleh sisa genangan berubah haru ketika Wali Kota Pariaman, Yota Balad, datang bukan hanya untuk melihat. Tetapi turun langsung bergotong royong membersihkan pemukiman warga yang porak-poranda dihantam air bah.
Didampingi Sekda Afrizal Azhar, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Elfis Candra, Staf Ahli Sadrianto, para kepala OPD, hingga perwakilan ASN Pemko Pariaman, langkah Yota Balad menyusuri jalan berlumpur memancarkan pesan kuat. Pemerintah hadir bukan hanya dengan kebijakan, tapi dengan tenaga dan hati.
Rumah-rumah warga yang masih dipenuhi lumpur dan sampah sisa banjir menjadi saksi bisu gotong royong pagi itu. Para ASN, bersama warga, saling bahu-membahu mengangkat perabot yang rusak. Mengangkat lumpur tebal yang menutupi halaman, hingga mengangkut sampah yang menumpuk di sudut-sudut rumah.
Anak-anak yang sebelumnya hanya bisa memandang puing berserakan, tampak mulai tersenyum ketika halaman rumah mereka perlahan kembali bersih.
“Ini bukan sekadar membersihkan rumah, ini tentang menguatkan warga kita yang sedang kehilangan banyak hal,” ujar Yota Balad sembari memotivasi ASN yang mendorong gerobak berisi lumpur.
Di tengah kondisi berat pascabencana, gotong royong ini menjadi penegas bahwa proses pemulihan tidak akan dibiarkan berjalan sendiri.
Pemerintah kota, kata Yota Balad, akan selalu berada di barisan paling depan ketika warganya membutuhkan uluran tangan.
Hembusan angin laut yang membawa aroma lumpur dan dedaunan basah siang itu terasa berbeda. Ada harapan yang kembali pelan-pelan tumbuh. Dusun yang sempat tenggelam air bah dari aliran Batang Mangau itu, kini mulai bangkit. Kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan terbesarnya.(r-mak).






