Bengkulu Selatan, fajarharapan.id – Sebuah berita menarik perhatian masyarakat di RSUD HD Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu karena viral di beberapa media.
Kisah seorang dokter spesialis mata di RSUD HD diduga menolak untuk melayani operasi mata pasien di rumah sakit tersebut, dengan alasan bahwa peralatan yang tersedia di sana tidak memadai.
Keluarga seorang pasien di RSUD HD Manna mengeluhkan insiden ini, merasa kecewa karena dokter tersebut hanya mau melakukan operasi di klinik pribadinya. Keluhan mereka telah dilaporkan kepada Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE, MM.
Menanggapi berita ini, Direktur RSUD HD Manna, dr. Debi Utomo, angkat bicara, Senin (17/7/2023). Ia mengakui telah menerima keluhan dari pasien terkait perilaku dokter tersebut.
Pihak rumah sakit telah mencoba memanggil dan memberikan pembinaan kepada dokter tersebut. Sayangnya, upaya tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil, dan dokter tersebut tetap enggan melayani operasi mata di RSUD.
“Dokter bersangkutan sudah kami panggil sebelumnya dan kami mencoba memahami alasan di balik keputusannya. Namun, saran dan masukan yang kami berikan tampaknya tidak dihiraukan,” ungkap Debi.
Ternyata, masalah ini bukan hanya sekali terjadi. Sebelum berita ini menjadi viral, dokter tersebut sudah tidak pernah melakukan operasi di RSUD HD selama enam bulan terakhir.
Alasannya adalah karena peralatan operasi di RSUD HD masih menggunakan metode manual, sehingga BHP (Barang Habis Pakai) untuk operasi mata katarak sudah kadaluarsa.
“Kami telah berusaha mencari solusi melalui pendekatan dan rapat, tetapi masalah ini terus berlanjut. Oleh karena itu, kami telah mengirim surat kepada Bupati Bengkulu Selatan dan Inspektorat untuk meminta tindakan yang tepat,” tutup Debi. (Sugi)






