Padang Panjang, fajarharapan.id – Musibah tanah longsor kembali melanda jalur utama Padang–Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) tepatnya di Kelurahan Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Kejadian itu berlangsung pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 01.00 WIB saat sebagian besar warga masih terlelap, namun arus lalu lintas yang biasanya dilalui kendaraan antar kota justru lumpuh seketika akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.
Peristiwa ini bermula ketika hujan deras mengguyur kawasan Padang Panjang dan sekitarnya sejak Rabu malam. Intensitas hujan yang tinggi, ditambah kondisi tebing yang labil, membuat sebagian tebing di jalur Silaiang Bawah tidak mampu lagi menahan tekanan air. Sekitar pukul 01.00 WIB, tanah dan bebatuan besar meluncur ke badan jalan, menutup penuh akses di kedua arah. Para pengendara yang kebetulan melintas kala itu langsung menghentikan laju kendaraan dan memilih mundur karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilewati.
Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu akses paling vital di Sumatera Barat karena menghubungkan dua kota besar, Padang dan Bukittinggi. Setiap hari, ribuan kendaraan roda dua, mobil pribadi, angkutan umum, bus antarkota hingga truk logistik menggunakan jalur itu sebagai jalur utama. Maka tidak mengherankan bila longsor yang menutup jalan sepanjang puluhan meter ini segera menimbulkan dampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi barang.
Sejumlah pengendara dari arah Padang maupun Bukittinggi terpaksa berhenti mendadak setelah mendapati longsoran menumpuk tinggi di tengah jalan. Sebagian sopir bus dan truk memilih memarkir kendaraan di pinggir jalan, sementara pengendara lain memutuskan berbalik arah meski harus menempuh rute alternatif yang jauh lebih panjang. Suasana gelap yang hanya diterangi lampu kendaraan membuat situasi di lokasi kejadian terasa mencekam.
Tidak lama setelah laporan masuk, tim gabungan dari BPBD Kota Padang Panjang, TNI–Polri, Dinas PUPR, serta relawan tanggap darurat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski beberapa pengendara mengaku sempat panik karena jarak mereka dengan titik longsor sangat dekat.
Material longsoran terdiri dari tanah basah, batu berukuran besar, dan batang pohon yang ikut terbawa dari atas tebing. Besarnya volume material membuat proses pembersihan tidak bisa dilakukan secara manual. Oleh sebab itu, alat berat langsung didatangkan dari Dinas PUPR untuk mempercepat proses normalisasi jalur.
Pemerintah Kota Padang Panjang mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Jalur Silaiang Bawah memang dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi, terutama ketika musim hujan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut telah beberapa kali mengalami kejadian serupa, meski tidak selalu menimbulkan gangguan separah kali ini. (Syam/Ab)







