Padang, fajarharapan.id – Semen Padang FC harus mengakui keunggulan PSBS Biak dengan skor 1-2 dalam laga pekan kelima Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Kamis (11/9/2025) sore. Bermain di depan ribuan pendukung sendiri, Kabau Sirah gagal menunjukkan performa terbaiknya dan justru terjebak dalam tekanan lawan.
Sejak menit awal, PSBS tampil agresif. Tim berjuluk Badai Pasifik itu berulang kali mencoba meruntuhkan pertahanan tuan rumah, meski hingga babak pertama berakhir skor masih 0-0. Upaya serangan balik Semen Padang pun tak banyak membuahkan peluang berbahaya karena barisan belakang PSBS tampil disiplin.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. PSBS Biak tetap konsisten menekan, sementara Semen Padang berusaha mencari celah dengan mengandalkan kecepatan lini depan. Namun kebuntuan baru terpecah di menit ke-73, ketika Claudio Lucas Morais Ferreira dos Santos berhasil membobol gawang Arthur Bermanus.
Belum sempat bangkit, hanya tiga menit kemudian, giliran Heri Susanto menambah penderitaan tuan rumah lewat gol keduanya bagi PSBS. Dua gol cepat itu membuat mental pasukan Eduardo Almeida terguncang, meski mereka masih berusaha mengejar ketertinggalan.
Semen Padang akhirnya mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-95 melalui sepakan Rui Rampa. Sayangnya, gol tersebut hanya menjadi hiburan, karena wasit segera meniup peluit panjang dan skor tetap bertahan 1-2 untuk kemenangan tim tamu.
Hasil ini menjadi kemenangan perdana PSBS Biak di musim 2025/2026 dan membawa mereka naik ke posisi 14 klasemen sementara dengan koleksi empat poin dari lima laga. Di sisi lain, Semen Padang masih tertahan di peringkat 12 dengan poin sama, tetapi menyimpan satu pertandingan lebih sedikit.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Semen Padang FC yang sebelumnya berharap bisa meraih poin penuh di hadapan pendukungnya. Eduardo Almeida menegaskan timnya harus segera bangkit agar tidak kehilangan momentum di kompetisi yang masih panjang.(*)






