Sumbar  

Gubernur Sumbar Jajaki Kerjasama Investasi Dengan PT MNC Asset Management

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi dari Direktur PT MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi di kediamannya, Selasa (10/9/2025).

Pertemuan ini membahas penjajakan kerjasama investasi di daerah Sumbar di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan, perlunya mencari alternatif pembiayaan pembangunan, salah satunya melalui penerbitan sukuk daerah berbasis syariah.

Dari segi Instrumen keuangan syariah ini telah dipersiapkan sejak 2022 dan hingga kini masih dalam proses penyesuaian dengan berbagai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, ujar Gubrnur Mahyeldi, Pemerintah Provinsi tetap optimistis rencana tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Terkait konsep Green Province dan Pendanaan Lingkungan

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mendorong konsep Green Province dengan memanfaatkan potensi pendanaan lingkungan.

“Saat ini telah masuk sekitar 3,5 juta dolar AS dan diupayakan tambahan pendanaan hingga 20 juta euro dari Jerman,” sambung Gubernur. Tak hanya itu, pada November 2025, Pemerintah Sumatera Barat akan menggelar Seminar Internasional Wakaf yang menghadirkan narasumber dari Mesir, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Malaysia dan Indonesia,” sambung Mahyeldi.

Pemprov menargetkan wakaf sebagai sumber pembiayaan alternatif dengan potensi nasional yang mencapai Rp500 triliun.

Optimalisasi Aset Daerah
menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Menurutnya, beberapa kantor pemerintahan akan diintegrasikan, sedangkan gedung lainnya dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga melalui skema kerjasama yang menguntungkan.

Gubernur juga menginstruksikan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas ke Jakarta agar selalu menyempatkan diri bertemu dengan kementerian terkait untuk memperkuat sinergi pembangunan.

Kemudian sebut Mahyeldi, potensi besar perantau Minang yang mampu mengalirkan dana hingga Rp25 triliun per tahun, dinilai sangat penting untuk mendukung perekonomian daerah dan perlu dioptimalkan lebih lanjut

Berbicara dari sisi investasi, PT MNC Asset Management, tutur Mahyeldi, kesiapannya untuk menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Bank Nagari dan Jamkrinda Sumbar.

Potensi investasi yang ditawarkan mencakup hilirisasi pertanian, perkebunan, energi panas bumi, dan sektor lainnya yang sejalan dengan potensi unggulan Sumatera Barat.

Sementsra itu, Direktur PT MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi, menyampaikan apresiasi atas kesempatan silaturahmi dengan Gubernur dan menyatakan keterbukaan untuk berbagai inisiatif kerjasama dengan Pemprov, BUMD dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Pada pertemuan tersebut, turut hadir mendampingi Gubernur, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Adib Alfikri, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Kuartini Deti Putri, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Yudi.(
Biro Adpim).