Padang Pariaman – Direktur RSUD Padang Pariaman, Sumatera Barat, dr. Syafrina, kembali berdiri di garis depan kemanusiaan. Tanpa menunggu lama, ia memimpin langsung bakti sosial dan layanan pengobatan gratis bagi warga korban banjir di Banda Cino, Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai wilayah yang beberapa hari terakhir porak-poranda diterjang banjir.
Di tengah rumah-rumah yang masih lembab dan wajah-wajah yang letih menahan duka, kedatangan tim medis RSUD Padang Pariaman menjadi napas baru bagi warga. Tenda kesehatan yang didirikan berubah menjadi tempat pulihnya harapan.
Ratusan warga berbondong-bondong mendapat layanan. Pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter spesialis, cek tekanan darah, hingga obat-obatan gratis. Para tenaga medis bekerja tanpa jeda, menyambut setiap pasien dengan senyum dan kepedulian.
“Kami datang bukan sekadar memberi layanan, tetapi menguatkan saudara-saudara kami,” ujar dr. Syafrina dengan suara yang terasa tulus.
Tak berhenti di pengobatan, tim RSUD juga memberikan penyuluhan penting: bahaya penyakit pasca banjir, cara menjaga kebersihan diri, hingga pertolongan pertama dan penanganan trauma mental. Ini bekal yang sangat dibutuhkan di masa pemulihan.
Wali Nagari Katapiang, Alwis Jaya, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
“Bantuan ini lebih dari obat. Ini mengangkat kembali semangat warga kami,” ujarnya.
Bakti sosial ini tak hanya memulihkan tubuh, tetapi juga membasuh luka batin warga. Banyak yang mengaku merasa lebih kuat, lebih tenang, lebih dihargai.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan paket sembako dan kebutuhan pokok kepada korban banjir. RSUD Padang Pariaman menegaskan bahwa mereka akan terus hadir di sisi masyarakat, terutama ketika bencana membuat banyak orang kehilangan pegangan.
Di Banda Cino, Katapiang bukan hanya badan yang diobati. Tetapi juga hati yang kembali dikuatkan.(r-bay)






