Pemkab Padang Pariaman Warning, PUG Harus Jalan Serius & IKG Masih Tinggi

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman kembali menegaskan keseriusannya membongkar ketimpangan pembangunan berbasis gender. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pemkab menggelar Rapat Koordinasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Sosialisasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Aula Bappelitbangda, Rabu (12/11/2025).

Wakil Bupati (Wabup) Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, membuka kegiatan dengan pesan tegas. Kesetaraan gender bukan agenda seremonial, tetapi pekerjaan besar yang harus digarap bersama seluruh perangkat daerah.

“PUG adalah strategi penting yang wajib dijalankan lintas sektor, sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Sinergi antarperangkat daerah adalah kunci,” ujarnya.

Wabup juga mengingatkan bahwa tanggung jawab PUG tidak boleh dibebankan pada satu instansi saja. Ia menyoroti fakta mencolok. Yakni Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Padang Pariaman masih tinggi, yakni 0,722, dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) baru 93,92, masih di bawah rata-rata Provinsi Sumbar yang mencapai 95,25.

“Kondisi ini menegaskan masih lebarnya kesenjangan partisipasi perempuan dalam pendidikan, ekonomi, hingga ruang pengambilan keputusan. Perlu langkah terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan untuk mempersempit jurang ini,” tegas Rahmat.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan responsif gender hanya dapat diwujudkan bila perencanaan didukung oleh data terpilah gender yang akurat dan lengkap.

“Data yang tepat adalah pondasi kebijakan yang berpihak pada kebutuhan laki-laki maupun perempuan,” pungkasnya.

Melalui rakor ini, Pemkab Padang Pariaman berharap seluruh perangkat daerah benar-benar menghidupkan PUG dalam setiap program. Bukan hanya sebagai tuntutan regulasi, melainkan sebagai komitmen moral untuk menciptakan pembangunan yang adil bagi semua.(r-bay)