Padang, fajarharapan.id — Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Padang kembali digalakkan. PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Barat bersama Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Polresta Padang melakukan aksi nyata dengan memasang puluhan spanduk imbauan keselamatan di lima kecamatan yang dikenal sebagai daerah paling rawan kecelakaan.
Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Padang Barat, Padang Timur, dan Lubuk Begalung menjadi fokus utama. Di kawasan-kawasan ini, laju kendaraan kerap tinggi namun kesadaran berlalu lintas masih rendah. Tak heran, angka kecelakaan terus merangkak naik hingga pertengahan tahun ini.
Spanduk-spanduk yang dipasang berisi pesan persuasif dan ajakan agar pengendara lebih waspada di jalan. Mulai dari imbauan untuk menggunakan helm dan sabuk pengaman, hingga pengingat agar tidak bermain ponsel saat berkendara, semuanya disampaikan dalam bahasa sederhana namun menggugah.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumbar, Teguh, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap keselamatan masyarakat. “Kami tidak hanya hadir saat terjadi kecelakaan, tapi juga aktif mencegahnya. Melalui pesan visual ini, kami ingin menyentuh kesadaran para pengendara agar lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Menurut Teguh, kerja sama lintas sektor seperti ini penting dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Apalagi Kota Padang adalah kota besar dengan volume kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Hal senada disampaikan oleh Kanit Gakkum Polresta Padang, Iptu Zulkifli. Ia menyebut lokasi pemasangan spanduk dipilih berdasarkan data real-time kecelakaan yang dimiliki kepolisian. “Kami menempatkan spanduk di titik-titik yang selama ini sering terjadi insiden, baik karena pelanggaran rambu, kecepatan berlebih, maupun faktor kelalaian pengendara,” jelasnya.
Ia berharap pesan-pesan visual ini bisa menjadi pengingat langsung bagi pengendara yang melintas, terutama di jalur sibuk yang seringkali diabaikan. “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi semua pengguna jalan,” tambahnya.
Langkah ini disambut positif oleh warga sekitar. Seorang pengendara ojek online, Roni (34), menyebutkan bahwa keberadaan spanduk sangat membantu mengingatkan dirinya agar lebih berhati-hati. “Kadang kita lupa, tapi kalau lihat spanduk besar bertuliskan ‘Ingat Keluarga Menanti di Rumah’, rasanya langsung sadar,” katanya.
Upaya ini bukan pertama kalinya dilakukan. Namun dengan pendekatan berbasis data dan penyebaran yang lebih masif, Jasa Raharja dan Polresta Padang optimistis angka kecelakaan bisa ditekan. Apalagi saat ini sudah mendekati musim liburan sekolah, di mana volume kendaraan cenderung meningkat tajam.
Tak hanya spanduk, ke depan kampanye keselamatan akan dikembangkan dalam bentuk lainnya, seperti media sosial, video pendek edukatif, hingga penyuluhan ke sekolah dan komunitas pengendara. Semua langkah ini diarahkan untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Dengan gerakan kolektif ini, besar harapan Kota Padang bisa menjadi wilayah yang lebih aman, nyaman, dan berbudaya dalam berlalu lintas. Bukan hanya demi menghindari kecelakaan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama pengguna jalan.(*)






