Padang Pariaman – Komisi V DPR RI bersama jajaran kementerian terkait akhirnya “turun gunung” ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (3/7/2025), menindaklanjuti proposal pembangunan infrastruktur yang diajukan Bupati John Kenedy Azis (JKA).
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bei, didampingi anggota dewan dan pejabat dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kemendes PDTT, Kementerian Transmigrasi, BMKG, Basarnas, hingga staf ahli Kementerian PUPR.
Disambut langsung oleh Bupati JKA di Bandara Internasional Minangkabau, rombongan langsung bergerak meninjau sejumlah lokasi strategis, mulai dari Jembatan Kayu Gadang di Lubuk Alung, kawasan pesisir Muaro Sungai Ulakan, hingga Makam Syekh Burhanuddin yang menjadi destinasi wisata religi.
Di Rumah Dinas Bupati, JKA memaparkan sejumlah usulan prioritas yang dianggap mendesak, di antaranya Jembatan Kayu Gadang sepanjang 40 meter, penghubung vital bagi 9.000 KK, Jetty Batang Ulakan sepanjang 27 meter untuk pengendalian abrasi, Pengembangan Wisata Religi Makam Syekh Burhanuddin, Pemasangan Batu Grib di Pantai Pasir Baru, dan Rehabilitasi Irigasi Lubuak Sikoci di Sicincin.
“Kami tidak minta janji manis. Kami minta aksi nyata. Masyarakat sudah menunggu terlalu lama,” tegas JKA di hadapan tamu dari pusat.
Wakil Ketua Komisi V, Ridwan Bei, mengapresiasi kejelasan paparan dan ketepatan lokasi yang dikunjungi.
“Kita sudah lihat langsung, ini bukan sekadar catatan. Kita pastikan akan dikawal di pusat,” tegas Ridwan.
Nada optimis juga datang dari Staf Ahli Menteri PUPR, Triyono Juno Asmono alias Yongki. Ia menyebut waktu pengajuan sangat tepat.
“Kita langsung koneksikan ke direktorat terkait. Kalau syarat teknis terpenuhi, bisa segera masuk skema tindak lanjut,” ujarnya.
Kunjungan ditutup dengan dialog hangat antara Pemkab dan rombongan pusat, menegaskan sinyal kuat bahwa pembangunan Padang Pariaman tak akan lagi jadi wacana di atas kertas.(r-bay).






