Tim Penanggulangan Penyakit Masyarakat di Tanah Datar Terbentuk

Batusangkar, fajarharapan.id – Kabupaten Tanah Datar ternyata saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak peristiwa penyimpangan penyakit masyarakat yang berkembang terjadi dikalangan generasi muda saat ini.

Dari 79 kasus yang terjadi dalam tahun terakhir ditengah masyarakat, data dari UPD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Tanah datar menunjukkan angka
Yg terbesar terjadi kekerasan seksual yang korbannya anak-anak

Mirisnya lagi dari kalangan mahasiswa dan pelajar banyak yang terlibat penyimpangan ponografi dan sexsual, dan dilakukan sudah diluar batas yang tidak lagi mengindahkan agama dan adat.

Permasalahan yang kini terjadi itu telah mengundang hasrat para tokoh penting yang melindungi masyarakat, anak kemenakan di Kabupaten Tanah Datar berkumpul untuk membentuk tim Penanggulangan Penyakitaauarakat guna pencegahan dini.

Dalam pertemuan di sekretarian LKAAM Tanah Datar, kamis (26/7) bersama MUI, Tokoh adat, Tokoh Agama, Organisasi Perempuan, dan Seluruh Elemen Masyarakat yang dihadiri Kapolres Tanah Datar, …. Sekaligus juga mendeklarasikan Penanggulangann Penyakit Masyarakat di Kabupaten Tanah Datar

Deklarasi tersebut berbunyi, Mengembalikan Rasa dan Nilai pemangku adat, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta pemuda kemudian Membangun Sinergi Pendidikan dan Parenting, dan Penanggulangan penyakit masyarakat dengan Pendekatan Terpadu.

Kapolres Tanah Datar yang hadir pada pertemuan tersebut menyatakan mendukungmpara tokoh.penting Kabupaten Tanah Datar untuk membentuk tim dan Mendeklarasikan penanggulangan Penyakit masyarakat.

Kapolres mengingatkan bahwa Deklarasi tanpa aksi adalah mimpi disiang hari, banyak tim dan deklarasi yang sudah dibentuk tapi tidak beraksi hanya buang waktu dan tak bermanfaat.

“Saya berharap tim yang merupakan tokoh masyarakat, agama dan pemuda dapat berkolaboras dengan visi yang sama dalam mengemban tugas mulia memberantas Penyakit masyarajat’ harapnya’

Mustafa Akmal dari LKAAM Tanah Datar yang menggagas acaran ini pada pertemuan tersebut menjelaskan pertemuan ini dilaksanakan dalam sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan penyakit mayarakat yang semakin tidak terbendung yang akan berakibat rusaknya masa depan bangsa dan negara. Ungkapnya (Veri)