Solsel, fajarharapan.id — Diajang bergengsi Porwaprov ( Pekan Olahraga Wartawan Provinsi) Sumatera Barat Bank Nagari Open 2025, dua kuli tinta dari Solok Selatan (solsel) Sumatera Barat boyong prestasi pada cabang karya tulis jurnalistik,yang dihelat
di Payakumbuh Lima Puluh Kota (Paliko) yang berlangsung 20-22 Juni 2025.
Alhandulullah dua jurnalis tersebut adalah Abdul Qodir dan Arditono, yang mewakili kontingen PWI Solok Selatan, sukses mengukir prestasi.
Meski hanya mengirim dua orang, kontingen PWI Solok Selatan pada lomba karya tulis justru tampil mengejutkan. Dari sekitar 20 peserta utusan berbagai daerah,Abdul Qodir berhasil merebut Juara 3, sementara Arditono menyabet Juara Harapan 2.
Kedua karya mereka mengangkat pesona budaya dan keindahan Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota.
Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian individu, tapi simbol kebangkitan jurnalisme daerah. Dalam tekanan waktu dan medan lomba yang menuntut penulisan langsung di lapangan, keduanya menunjukkan bahwa kualitas tidak selalu datang dari kota kota yang telah punya nama besar.
Yang membuat pencapaian ini lebih luar biasa, Abdul Qodir adalah pendatang baru di dunia jurnalistik. Ia baru mulai aktif menulis sejak 2023, namun semangat dan konsistensinya sebagai wartawan Harian Haluan dan penyiar Radio Teman Sejati 90,8 FM telah membawanya ke podium kehormatan.
”Ini adalah kemenangan untuk semua yang telah percaya dan membimbing saya. Bukan hanya karena usaha sendiri, tapi berkat kolaborasi dan motivasi dari banyak pihak,” ungkap Abdul Qodir.
Di sisi lain, Arditono, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Solok Selatan, menilai kemenangan ini sebagai hasil dari kerja keras, pembelajaran tanpa henti, dan keyakinan akan potensi diri.
“Kami tampil bersama nama-nama besar di dunia pers Sumatera Barat. Bisa masuk jajaran pemenang adalah kehormatan sekaligus bukti bahwa kita layak diperhitungkan,” tegasnya.
Tekanan persaingan begitu terasa karena harus bersanding dengan para maestro jurnalistik. Nama-nama seperti Agoes Embun (Pimpinan Redaksi Radar Sumbar), Asroel BB (jurnalis senior berusia 78 tahun), hingga tokoh-tokoh berpengalaman seperti Joni Hermanto, Isril N. Datuk Tumamad, dan Jon Kenedi turut meramaikan ajang tersebut.
Kompetisi ini sendiri dinilai oleh jajaran juri papan atas, seperti Amirudin (Koordinator), Zul Efendi, Reviandi, dan Susilo, sosok-sosok berpengaruh dalam dunia jurnalistik Sumbar.Mereka menilai karya berdasarkan keaslian, kekuatan narasi, dan keakuratan data di lapangan.
Atas prestasi tersebut, Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon, menyampaikan kebanggaan yang tak bisa disembunyikan. Baginya, pencapaian ini bukan hanya trofi, tapi penegasan bahwa PWI Solok Selatan telah bangkit dan mampu bersaing secara kualitas.
“Saya bangga luar biasa. mereka membawa pulang kehormatan. Ini bukti bahwa insan pers Solok Selatan punya nyali, punya kualitas, dan pantas bersinar,” ujar Hendrivon penuh semangat
Dengan prestasi ini, PWI Solok Selatan bukan hanya aktif secara organisasi, tetapi juga membuktikan eksistensinya di level kompetitif. Mereka tidak datang sebagai penggembira, melainkan sebagai pejuang pena dari Selatan, yang siap mewarnai peta jurnalistik Sumatera Barat dengan karya dan dedikasi.(sdw)






