Jakarta – Mengalami kesulitan menurunkan berat badan memang sering menjadi tantangan yang bikin frustrasi. Meskipun sudah menjaga pola makan, rutin olahraga, dan menerapkan diet, timbangan tak kunjung bergeser.
Banyak yang kemudian bertanya, apa penyebab proses penurunan berat badan tampak sulit, padahal upaya yang dikerahkan cukup maksimal?
Ternyata, kesulitan menurunkan berat badan bukan hanya soal kemauan. Ada bermacam faktor yang turut memengaruhi proses tersebut, mulai dari gen, kondisi fisik, hingga masalah mental.
Berikut 7 penyebab sulitnya menurunkan berat badan:
1. Pengaruh Genetika
Faktor genetik turut menentukan proses metabolisme, nafsu makan, dan seberapa cepat tubuh mencapai rasa kenyang. Dalam beberapa kasus, kelainan genetik seperti sindrom Prader-Willi juga dapat menjadi hambatannya, sehingga penderita lebih sulit untuk mengontrol asupan kalori.
2. Ras dan Etnis
Sebuah studi di Amerika Serikat menyatakan, penderita obesitas lebih sering terjadi di kalangan kelompok kulit hitam dan Latin, sedangkan kelompok Asia lebih rendah. Hal tersebut bukan hanya soal biologis, tapi juga terkait aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang turut memengaruhi proses penurunan berat badan.
3. Perubahan Hormon
Hormon juga punya peran penting. Penurunan estrogen saat perimenopause dan menopause dapat membuat proses pembakaran kalori melambat. Selain itu, kortisol (hormon stres) dan ghrelin (hormon lapar) juga turut mendorong nafsu makan, sehingga lebih sulit menjaga asupan kalori. Sementara insulin yang resistan dapat menjadi masalah, yaitu tubuh lebih sulit menggunakan gula dan malah menyimpannya sebagai lemak.
4. Metabolisme yang Melambat
Bertambahnya umur dapat melambatkan proses metabolisme, sehingga kalori lebih lambat terbakar. Selain umur, massa otot juga turut memengaruhi — semakin sedikit massa otot, proses metabolisme juga lebih lambat.
5. Gaya Hidup Sehari-hari
Gaya hidup yang kurang aktif, konsumsi makanan yang tak sehat, kebiasaan duduk terus-menerus, alkohol, kurang tidur, dan stres juga dapat menjadi hambatan penting. Menghentikan kebiasaan merokok juga kadang malah meningkatkan nafsu makan dan terjadi pertambahan berat badan.
6. Kesehatan Mental
Tekanan emosional, kecemasan, dan depresi dapat turut memengaruhi proses diet. Stres dapat meningkatkan kortisol, kemudian mendorong konsumsi makanan lebih dari yang dibutuhkan. Depresi juga sering kali membuat seseorang lebih sulit aktif dan lebih memilih makanan yang nyaman dan manis.
7. Gangguan Kesehatan Tertentu
Beberapa penyakit juga dapat menyulitkan proses penurunan berat badan, misalnya:
Hipotiroidisme: Tiroid yang kurang aktif dapat melambatkan metabolisme.
Sindrom Cushing: Kelebihan kortisol juga dapat menumpuk lemak.
Gagal jantung dan penyakit ginjal dapat memengaruhi distribusi cairan.
PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik): Gangguan hormonal yang lebih sering terjadi pada wanita.
Sleep Apnea: Gangguan tidur yang terkait erat dengan obesitas.
Kalau Anda tengah kesulitan menurunkan berat badan, tak ada salahnya berkonsultasi lebih dahulu ke dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, dapat diberlakukan penanganan yang lebih sesuai kondisi masing-masing.(BY)






