Menuju Indonesia Layak Anak 2030, Padang Pariaman Jalani Verifikasi KLA 2025

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menjalani Verifikasi Lapangan Hybrid sebagai bagian dari Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025, Jumat (13/6). Kegiatan berlangsung secara luring di Kantor Bupati Padang Pariaman, Parit Malintang, dan daring melalui Zoom dari sejumlah lokasi.

Verifikasi ini menjadi penentu bagi peningkatan status Padang Pariaman dari KLA Tingkat Madya ke Tingkat Nindya. Bahkan, ditargetkan menuju Tingkat Utama. Proses ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

Hadir sebagai Ketua Tim Verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Susanti, S.Sos., M.AP., bersama tim penilai pusat. Mereka mengevaluasi data dan eviden program yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa perlindungan anak telah menjadi prioritas strategis daerah. Ia menegaskan, seluruh kebijakan dirancang untuk memperkuat sistem perlindungan dan partisipasi anak.

“Kami tidak hanya mengejar predikat, tapi berkomitmen menciptakan lingkungan yang betul-betul layak bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Pemprov Sumbar, Sekretaris DP3AP2KB Sufnartita Yusuf, S.ST., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan keterlibatan anak dalam pembangunan daerah.

“Anak bukan objek, tetapi subjek pembangunan. Mereka bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Verifikasi turut melibatkan unsur Forkopimda, OPD terkait, BAZNAS, Bank Nagari, Kemenag, Lapas, Bapas, serta Ketua Gugus Tugas KLA. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari organisasi profesi, media massa, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan Forum Anak Kabupaten Padang Pariaman.

Peserta dari sektor Pemenuhan Hak Anak (PHA) dan Perlindungan Khusus Anak (PKA) berpartisipasi secara daring, termasuk dalam sesi virtual city tour untuk menunjukkan praktik-praktik baik di lapangan.

Tim verifikator melakukan pendalaman terhadap dokumen kelembagaan, lima klaster KLA, hingga implementasi kebijakan di tingkat nagari dan kecamatan.

Melalui sinergi lintas sektor, Padang Pariaman berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat terwujudnya Indonesia yang ramah anak, inklusif, dan berkelanjutan.(r-bay).