Menteri P2MI ; 1,7 Juta Lowongan Kerja Luar Negeri dan Padang Pariaman Ambil Peran

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat mengambil langkah strategis menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional. Bupati John Kenedy Azis (JKA) menggandeng Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding untuk membuka jalur kerja sama pengiriman tenaga kerja migran terlatih ke luar negeri.

Pertemuan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati, dalam suasana akrab namun penuh agenda penting, Selasa (3/6/2025). Didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekda, dan jajaran OPD terkait, Bupati JKA menjamu langsung sang Menteri dengan santap siang khas Minangkabau, gulai kapalo ikan kakap, yang ternyata merupakan hidangan favorit Menteri Abdul Kadir Karding.

Dalam pertemuan ini, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1,7 juta lowongan kerja di luar negeri yang belum terisi.

“Baru 297 ribu posisi yang terisi. Sisanya menunggu SDM Indonesia yang siap. Untuk itu kita butuh pusat pelatihan yang fokus dan berkualitas, seperti yang dirancang di Padang Pariaman ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan tenaga kerja migran tidak bisa disamakan dengan pelatihan domestik. Butuh pendekatan khusus, mulai dari keterampilan teknis, vokasional, hingga penguasaan bahasa dan budaya negara tujuan.

“Kalau kita siapkan dengan serius, Sumatera Barat, terutama Padang Pariaman, bisa menjadi role model nasional dalam penyiapan tenaga kerja migran profesional,” ujar Menteri.

Bupati JKA menyatakan, adanya dukungan penuh dari pusat, akademisi, dan pemerintah daerah, Padang Pariaman tengah bersiap menjadi gerbang baru ekspor SDM berkualitas ke pasar kerja global.

Ini bukan sekadar program, kata dia, tapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat dan masa depan daerah.

“Kunjungan Menteri ini menjadi titik awal kerja sama segitiga antara Kementerian P2MI, Universitas Negeri Padang (UNP), dan Pemkab Padang Pariaman untuk membangun pusat vokasi tenaga kerja migran,” ungkap JKA.

Menurut dia, kerja sama ini menyasar pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal agar siap bersaing di pasar kerja global.

“Kami tidak ingin Padang Pariaman hanya jadi penonton. Ini momentum untuk mencetak generasi yang siap kerja di pasar internasional. Pembangunan bukan hanya infrastruktur, tapi juga peluang hidup yang layak bagi rakyat,” tegas Bupati JKA.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah vokasi di kawasan strategis Tarok City.

“Kami akan fasilitasi penuh. Kita ingin anak-anak muda Padang Pariaman jadi tenaga kerja terampil, berdaya saing global, dan mandiri,” tegasnya.

Dalam rombongan ini, juga ikut Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, ST, MT, dan Senior Eksekutif Prof. Ganefri.

Keduanya tengah menyiapkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kanada untuk mendukung kerja sama ketenagakerjaan berbasis pendidikan vokasi.(r-bay).