Muba  

Akun Facebook ‘Haji Toha’ Pakai Foto Bupati Muba untuk Menipu, Dipastikan HOAKS!

Sekayu, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat terkait maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan pejabat daerah. Salah satu kasus terbaru adalah beredarnya akun Facebook palsu bernama “Haji Toha” yang menggunakan foto resmi Bupati Muba H. M. Toha, Wakil Bupati Rohman, dan Ketua TP PKK Hj. Patimah Toha.

Akun tersebut dipastikan hoaks alias palsu. Selain mencatut foto dan identitas visual pejabat, akun itu juga mencantumkan informasi fiktif mengenai domisili, yakni “Bandung Satu, Jawa Barat,” yang jelas tidak ada kaitannya dengan Bupati Muba maupun lingkup Pemerintah Kabupaten Muba.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Muba, Herryandi Sinulingga, AP, menegaskan bahwa akun tersebut bukan milik pejabat resmi. “Kami pastikan itu akun palsu. Modusnya sangat klasik tapi masih banyak yang tertipu. Biasanya akun semacam ini digunakan untuk meminta sumbangan atau menjebak orang dengan pendekatan personal,” tegasnya, Minggu (11/5/2025).

Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan akun yang mencatut nama dan foto pejabat. “Kalau menerima pesan mencurigakan melalui Facebook, WhatsApp, SMS, atau media sosial lainnya, segera lakukan konfirmasi ke kanal resmi Pemkab Muba atau Dinas Kominfo,” imbaunya.

Menurut Herryandi, pelaku biasanya memanfaatkan foto-foto resmi yang tersedia di internet untuk membangun kepercayaan dan menyasar korban dari berbagai kalangan. “Kami menduga akun ini juga digunakan untuk tujuan penipuan berkedok bantuan sosial atau permintaan pribadi,” tambahnya.

Pemkab Muba telah melakukan langkah-langkah untuk melaporkan akun tersebut kepada pihak Facebook guna ditindaklanjuti. Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk proaktif melaporkan akun-akun mencurigakan yang serupa agar tidak semakin banyak korban yang dirugikan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban baik secara finansial maupun informasi. Jangan kirim uang, data, atau dokumen penting ke akun yang belum jelas kebenarannya,” tegas Herryandi lagi.

Selain penindakan, Pemkab Muba melalui Dinas Kominfo juga terus menggencarkan edukasi digital dan literasi media kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan agar warga lebih tanggap terhadap berbagai bentuk penipuan online yang makin canggih dan sistematis.

Jika masyarakat menemukan akun serupa atau aktivitas digital mencurigakan, diimbau segera melapor ke Dinas Kominfo Muba atau aparat terdekat. “Bersama-sama kita cegah penyebaran hoaks dan lindungi masyarakat dari kejahatan digital,” tutup Herryandi. (Rusdian)