fajarharapan.id — Liverpool kini berada di ujung tanduk untuk menjuarai Premier League 2024/2025. Setelah melewati 33 pertandingan dengan catatan impresif, The Reds hanya memerlukan satu poin dari empat laga tersisa untuk memastikan gelar liga ke-20 mereka dan menyamai rekor Manchester United sebagai pemegang trofi liga terbanyak di Inggris.
Liverpool memuncaki klasemen dengan 79 poin, unggul 12 angka dari Arsenal di tempat kedua yang baru mengoleksi 67 poin setelah ditahan imbang Crystal Palace 2-2 di Emirates Stadium, Kamis (24/4/2025) dini hari WIB. Dalam laga yang berlangsung intens, Arsenal mengambil dua kali selisih gol—pertama lewat Gabriel Martinelli dan kemudian penalti Bukayo Saka—.
Namun Crystal Palace membalas melalui Jean-Philippe Mateta dan Odsonne Édouard sehingga skor akhir imbang 2-2. Hasil tersebut membuat Arsenal tidak mampu menambah poin dan memupus peluang mereka untuk memangkas jarak.
Dengan empat pertandingan tersisa, Arsenal hanya mampu mencapai maksimal 79 poin, dan itu pun dengan catatan sempurna: kemenangan di semua laga. Sementara Liverpool tinggal mendapat satu poin dari empat laga mereka, baik di kandang maupun tandang. Peluang emas ini akan dimulai dengan laga pekan ke-34 saat Liverpool menjamu Tottenham Hotspur di Anfield, Minggu (27/4/2025) malam WIB.
Hadiah lebih manis akan didapat jika The Reds meraih satu poin di hadapan pendukungnya sendiri, merayakan gelar setelah lima tahun penantian sejak keberhasilan terakhir mereka di musim 2019/2020, ketika stadion kosong karena pandemi COVID-19.
Sebelumnya, Liverpool menunjukkan dominasinya sepanjang musim. Mereka memuncaki klasemen sejak pekan ke-20-an, memanfaatkan konsistensi performa serta kedalaman skuad yang membuat rotasi pemain berjalan mulus. Manajer Arne Slot yang tiba musim panas lalu menggantikan era panjang Jürgen Klopp, mampu menjaga identitas menyerang Liverpool dengan pendekatan taktik yang fleksibel dan pressing intens.
Mohamed Salah kembali menjadi sosok kunci dengan koleksi gol yang terus meningkat, didukung oleh Sadio Mané, Luis Díaz, dan Diogo Jota sebagai ujung tombak produktif. Di lini tengah, kreativitas dan keseimbangan tim terjaga oleh kombinasi gelandang muda berbakat dan pemain berpengalaman, sementara Virgil van Dijk menjadi benteng utama di pertahanan.
“Ini semua berkat kerja keras para pemain dan staf. Mereka memahami visi klub dan mengeksekusinya dengan baik setiap pekan,” ucap Slot dalam konferensi pers jelang laga melawan Tottenham. “Namun sekarang, kami perlu tetap fokus dan tidak terbawa euforia. Satu poin lagi, dan kita akan merayakan sesuatu yang istimewa.”
Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah atmosfer Anfield. Suporter Liverpool, yang dikenal dengan “The Kop”, sudah mempersiapkan koreografi dan yel-yel khas untuk menyambut momen bersejarah ini. Kartu musim, bendera, dan jersey edisi juara telah terjual habis, menandakan antisipasi tinggi di kalangan fans. Anfield, yang selalu menjadi benteng teguh Liverpool, akan bergemuruh saat pemain memasuki lapangan, dan sorak-sorai “You’ll Never Walk Alone” dipastikan akan menggema hingga akhir laga.
Sementara itu, Tottenham Hotspur tidak akan memberi Liverpool satu poin dengan mudah. Spurs, di bawah asuhan Ange Postecoglou, menampilkan performa impresif dan tengah berjuang memperebutkan posisi Liga Champions. Motivasi tinggi untuk meraih kemenangan menambah intensitas laga. Rivalitas ini akan menjadi ujian nyata bagi mental juara Liverpool, yang harus membuktikan ketangguhan di bawah tekanan.
Arsenal, meski terpaut jauh, belum sepenuhnya tersisih. Mereka masih memiliki empat laga sisa, termasuk derbi London melawan Chelsea dan duel melawan Manchester City. Namun, catatan inkonsistensi—hasil imbang melawan Palace dan kekalahan di beberapa laga penting—membuat tugas mereka semakin berat. Hanya kemenangan sempurna di semua laga yang bisa membuat mereka menyamai poin Liverpool.
Di sisi Manchester City, persaingan terbuka jika Liverpool terpeleset lebih dari sekali. City, yang meski sempat mengalami penurunan performa, masih menjadi tim dengan pengalaman meraih gelar di momen-momen krusial. Jika Liverpool kehilangan fokus, City berpeluang menyalip. Namun, selisih 12 poin di pekan ke-33 menegaskan dominasi Liverpool sepanjang musim.
Kesuksesan Liverpool kali ini juga menegaskan keberhasilan transisi kepemimpinan dari Klopp ke Slot. Banyak klub mengalami kesulitan besar setelah kepergian manajer legendaris, namun Liverpool mampu mempertahankan filosofi dan performa. Slot, dengan pengalaman meraih gelar di Belanda bersama Feyenoord, membuktikan kemampuannya memimpin klub besar di liga kompetitif seperti Premier League.
Bagi The Kop dan seluruh elemen klub, gelar ke-20 bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan panjang, kebersamaan, dan kebanggaan. Dari era keemasan di tahun 1970-an dan 1980-an, hingga kebangkitan di era modern, Liverpool selalu identik dengan semangat juara. Trofi ke-20 akan menegaskan status mereka sebagai salah satu klub terbesar di Inggris dan Eropa.
Saat Anfield memuncak di Minggu malam, seluruh dunia sepakbola akan menyaksikan apakah Liverpool mampu menorehkan sejarah. Satu poin lagi, dan Liverpool akan menyalakan pesta gelar, mengukuhkan diri sebagai raja Premier League musim ini. Dan jika itu terjadi, malam itu akan menjadi kenangan abadi bagi semua yang mencintai Merseyside Merah.(*)






