Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis (JKA) pun tak menunggu hari kerja. Ia begitu mendapat laporan ada rumah warga terancam ambruk masuk Sungai, pada Minggu (13/4/2025), langsung turun ke lokasi di Pauah, Korong Pasar Usang, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam. Karena, bahwa ancaman bencana tidak menunggu waktu.
Keterangan yang diperoleh, bahwa bagunan rumah berjarak cukup jauh dari bantaran sungai sebelumnya. Sering kali terjadi banjir melanda kawasan ini, menyebabkan rumah itu kini berdiri di ujung tepi tebing. Sehingga terancam ambruk dan hanyut kapan saja ke aliran Sungai Kalu.
Sungai Kalu yang kerap meluap akibat curah hujan tinggi terus menggerus tanah di sekitarnya. Bencana terakhir di awal 2025 memperparah kondisi kawasan tersebut.
Bupati JKA didampingi Sekda Rudy Repenaldi Rilis dan Wali Nagari Harmen Sadri, meninjau langsung lokasi kritis rumah penduduk yang berada di tepian Sungai Kalu tersebut.
Ia menyatakan akan segera mencarikan solusi konkret, termasuk pengerukan dan pengalihan normalisasi aliran Sungai Kalu untuk mencegah longsor lebih lanjut.
“Kita harus segera lakukan normalisasi Sungai Kalu sebelum rumah ini benar-benar hilang diseret air. Ini soal keselamatan jiwa penduduk kita disini,” tegas JKA di lokasi.
Wali Nagari Harmen Sadri mengapresiasi respon cepat Bupati terkait aliran Sungai Kalu ini. “Kalau dibiarkan, bukan cuma rumah, sawah dan ladang warga juga bisa habis terbawa arus,” ujarnya yang dihubungi awak media fajarharapan.id, pada Senin pagi (14/4/2025.
Kini, warga hanya bisa berharap janji itu segera terealisasi pembenahan normalisasi aliran Sungai Kalu, sebelum derasnya hujan berikutnya datang tanpa kompromi.
“Bangun rumah yang dikhawatirkan terban masuk Sungai tersebut, ditempati perempuan bernama Asmiar (60) bersama 5 anak. Ia seorang janda kematian suami,” ucap Wali Nagari Harmen Sadri.(bay).






