Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar pelatihan magang dalam negeri.
Tujuannya untuk membantu generasi muda mengembangkan keterampilan dan mereduksi angka pengangguran. Dalam program tersebut, dari ratusan pendaftar yang antusias, hanya 70 orang yang berhasil terpilih untuk mengikuti pelatihan.
“Tujuan dari penyelenggaraan pemagangan ini adalah pertama, meningkatkan kualitas kompetensi tenaga kerja yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku melalui pengalaman kerja di perusahaan-perusahaan kompeten. Kedua, mengurangi angka pengangguran,” kata Kadisnakertrans Kotim, Johny Tangkere pada Senin, 12 Juni 2023.
Minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan ini terlihat tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai 259 orang. Namun, melalui seleksi yang ketat baik dari segi administrasi maupun wawancara, hanya 70 orang yang beruntung diterima untuk mengikuti pelatihan pemagangan tersebut.
Johny menjelaskan, para peserta yang lulus seleksi berhak mengikuti pelatihan dalam berbagai bidang, antara lain teknik las, teknik otomotif, tata busana, perikanan budidaya, tata boga, pariwisata perhotelan, bisnis dan manajemen, tata kecantikan, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Mereka akan ditempatkan di 16 perusahaan atau dunia usaha sebagai tempat pelatihan magang selama 5 bulan, dengan bantuan dana sebesar Rp1 juta per bulan untuk setiap peserta. Total dana bantuan mencapai sekitar Rp350 juta. Selain itu, mereka juga akan menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan untuk biaya tempat magang.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Kotim, Halikinnor, di Ruang Angrek Tebu Kantor Bupati Kotim. Halikinnor mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya ada sekitar 60 orang, kini jumlah peserta mencapai 70 orang.
Meskipun angka tersebut masih setengah dari kuota Kalteng yang seharusnya 150 orang, Bupati berharap agar kuota pelatihan pemagangan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
“Melihat jumlah penduduk Kotim yang merupakan yang terbesar di Kalteng, dengan hampir 60 persen di antaranya adalah pemuda, pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan. Ini dapat meningkatkan keterampilan pemuda kita dan membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran,” ungkapnya dengan semangat.
Dengan adanya program pelatihan magang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kotim, diharapkan generasi muda dapat berkontribusi aktif dalam dunia kerja, mengembangkan potensi diri, dan menciptakan lapangan kerja baru.(audy)







