Binjai, fajarharapan.id – Kota Binjai kembali menunjukkan wajah toleransi dan keberagamannya dalam perayaan Thaipusam 2025 yang berlangsung meriah, Selasai (11/2).
Ribuan masyarakat dari berbagai etnis dan budaya tumpah ruah untuk menyaksikan pawai budaya yang mengiringi perayaan tahunan umat Hindu tersebut.
Sorotan utama dalam perayaan kali ini adalah arak-arakan kereta kencana berusia 145 tahun yang membawa arca Dewa Murugan, dikawal atraksi Reog Ponorogo dan Barongsai. Pawai ini menandai sinergi budaya yang kuat di Kota Binjai, di mana tradisi Hindu, Jawa, dan Tionghoa berpadu dalam satu perayaan.
Wali Kota Binjai Amir Hamzah yang hadir melepas pawai menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat.
“Thaipusam bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga cerminan bagaimana kita hidup berdampingan dalam keberagaman. Ini adalah bukti nyata bahwa Binjai adalah kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” ujarnya.
Kemeriahan Thaipusam tahun ini juga dihadiri oleh Konsulat Jenderal India, Mr. Rawi Sangker Goel, serta sejumlah tokoh Hindu, pejabat daerah dan pemuka agama lainnya.
Kehadiran mereka mempertegas bahwa perayaan ini bukan hanya milik satu komunitas, melainkan milik seluruh warga Binjai yang menghargai perbedaan.
Di tengah maraknya isu intoleransi di berbagai daerah, Thaipusam di Binjai menjadi pesan bahwa harmoni antar umat beragama bisa terwujud dengan semangat saling menghormati.
Perayaan ini pun diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat gotong royong dalam membangun kota yang lebih maju dan damai.
Dengan keberagaman yang terjaga, Binjai kembali membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun kebersamaan.(*)







