Kotim  

Rencana Car Free Day di Taman Kota Sampit Sedang Dikaji

Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sedang mengkaji kemungkinan menjadikan Taman Kota Sampit sebagai lokasi car free day (CFD).

Bupati Kotim, Halikinnor, mengungkapkan bahwa keputusan ini akan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk memastikan pengaturan lalu lintas yang tepat.

“Bisa saja taman kota dijadikan tempat car free day, tapi itu akan dikaji dulu oleh Dishub bersama Satlantas untuk pengaturan lalu lintasnya,” kata Halikinnor, Kamis (4/7/2024).

Pernyataan ini merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya car free day di Taman Kota Sampit.

Car free day bertujuan mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan bagi UMKM untuk berjualan.

Pada 2019, Taman Kota Sampit pernah dijadikan area car free day setiap Minggu pagi, namun kegiatan ini dihentikan saat pandemi COVID-19. Kini, setelah pandemi mereda, kawasan tersebut kembali ramai dikunjungi UMKM setiap akhir pekan meski belum ada kebijakan resmi dari pemerintah daerah.

Halikinnor menjelaskan, penetapan taman kota sebagai kawasan car free day membutuhkan kajian mendalam. “Kalau dijadikan car free day, artinya jalan akan ditutup sementara. Untuk itu, kami perlu mencari jalan alternatif bagi pengendara,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kotim, Rody Kamislam, menyatakan bahwa pihaknya segera melaksanakan instruksi bupati untuk mengkaji kawasan taman kota sebagai pelaksanaan car free day.

Menurutnya, kawasan Taman Kota Sampit yang awalnya ditujukan sebagai ruang terbuka hijau, kini banyak digunakan warga untuk berolahraga, terutama pada akhir pekan.

“Pada pagi Sabtu dan Minggu biasanya kawasan tersebut cukup ramai dan banyak pula pedagang yang bermunculan. Sehingga perlu dilakukan pengaturan lalu lintas,” jelas Rody.

Ia juga menambahkan bahwa jika volume kendaraan yang parkir di sekitar taman mengganggu lalu lintas, pihaknya akan mempertimbangkan lokasi parkir alternatif yang masih terjangkau dari area car free day.

Rody menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki beberapa lokasi alternatif untuk area olahraga, namun masyarakat lebih menyukai taman kota karena lokasinya yang strategis di jantung kota dengan akses yang mudah.

“Nanti akan kami kaji, kalau memang memungkinkan untuk car free day tentu kami akan mendukung,” tutupnya.(audy)