Fajarharapan.id – Langkah Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, dalam mengangkat guru honorer yang telah mengabdi selama 11 tahun menjadi guru kontrak patut mendapatkan apresiasi tinggi.
Keputusan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap nasib guru honorer, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Guru honorer yang dimaksud, Ida Fitriani, telah mengabdi di TK Sulamul Amin, Parenggean sejak 2013 dengan gaji yang sangat minim, hanya Rp500 ribu per bulan.
Hal ini jelas tidak sebanding dengan pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Menyadari kondisi ini, Halikinnor segera menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk menyiapkan dokumen pengangkatan tenaga kontrak bagi Ida, sehingga ia bisa mendapatkan gaji yang layak.
Langkah ini bukan hanya soal peningkatan gaji dari Rp500 ribu menjadi minimal Rp2 juta, tetapi juga memberikan pengakuan yang layak atas kontribusi seorang guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.
Tindakan Halikinnor menjadi contoh nyata bagaimana seorang pemimpin daerah harus responsif terhadap kondisi tenaga pendidik yang seringkali terabaikan.
Penting untuk diingat bahwa guru adalah ujung tombak pendidikan. Mereka adalah pilar penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Dengan memberikan kesejahteraan yang layak, diharapkan semangat dan kualitas pengajaran mereka semakin meningkat, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Muhammad Irfansyah, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan instruksi bupati dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.
Proses pengangkatan tenaga kontrak tentu harus melalui verifikasi persyaratan, seperti kualifikasi pendidikan dan pengalaman mengajar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa guru yang diangkat benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan.
Langkah ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Banyak dari mereka yang telah lama mengabdi dengan gaji yang tidak memadai. Dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah, para guru honorer ini bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
Tindakan Bupati Halikinnor menunjukkan bahwa perubahan nyata bisa terjadi jika ada kemauan dan kepedulian dari pemimpin. Semoga langkah ini menjadi awal dari perbaikan kesejahteraan guru honorer di seluruh Indonesia.
Selain kepeduliannya terhadap tenaga pendidik, Bupati Halikinnor juga menunjukkan perhatian besar terhadap warga yang membutuhkan bantuan medis.
Salah satu contohnya adalah pemberian kursi roda kepada warga yang membutuhkan. Langkah ini tidak hanya memberikan bantuan fisik yang sangat dibutuhkan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat baru bagi penerima.
Bantuan kursi roda ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap warganya yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan warga tersebut bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman.
Secara keseluruhan, tindakan Bupati Halikinnor dalam membantu warga, baik itu guru honorer maupun warga yang membutuhkan kursi roda, mencerminkan komitmennya untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Timur.
Kepedulian dan responsifitas seperti ini sangat diharapkan dari setiap pemimpin daerah, karena pada akhirnya, pelayanan yang baik dan perhatian terhadap kebutuhan warga akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.(audy)






