Kotim  

Diketahui Telah Mengabdi 11 Tahun Jadi Guru Honorer, Buk Guru Ini Diangkat Langsung Oleh Bupati Kotim Jadi Tenaga Kontrak

Kotawaringin Timur, fajarharapan.id – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyatakan keprihatinan mendalam setelah mengetahui adanya guru honorer yang telah mengabdi selama 11 tahun dengan gaji hanya Rp500 ribu per bulan.

Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Parenggean, tepatnya di Kantor Kecamatan Parenggean, Jalan Kalikasa, untuk memantau pelaksanaan khitanan massal pada hari Senin.

Selama kunjungannya, Halikinnor berkesempatan berbincang dengan beberapa tenaga pendidik yang hadir di acara tersebut. Dalam perbincangan itu, ia merasa terkejut dan prihatin mengetahui ada guru honorer yang telah lama mengabdi namun menerima gaji yang sangat rendah dibandingkan dengan kebutuhan hidup saat ini. Gaji guru tersebut selama ini bersumber dari biaya operasional sekolah, dengan besaran Rp500 ribu per bulan.

Atas dasar itu, Halikinnor menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang terkait untuk menyiapkan dokumen pengangkatan tenaga kontrak bagi guru tersebut, agar gajinya bisa ditanggung oleh daerah.

“Kalau dia menjadi tenaga kontrak, minimal gajinya Rp2 juta, empat kali lipat dari gaji sekarang. Ini bisa membantu perekonomian mereka. Seorang guru berjasa dalam mencerdaskan anak-anak kita,” kata Halikinnor.

Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Muhammad Irfansyah, menyatakan siap melaksanakan instruksi bupati dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Guru yang bersangkutan harus memenuhi syarat untuk bisa diangkat sebagai tenaga kontrak.

“Kami akan melihat persyaratannya terlebih dahulu, di antaranya apakah ia sudah sarjana dan memiliki SK honorer sebagai bukti pengalaman mengajar. Setelah itu, kami akan memprosesnya melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk gajinya,” ujar Irfansyah.

Guru yang dimaksud adalah Ida Fitriani, seorang wanita berusia 32 tahun yang telah mengabdi di TK Sulamul Amin, Parenggean sejak 2013. Ia mengaku tidak menyangka bahwa pertemuannya dengan bupati akan membawa berkah bagi masa depan karirnya.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan tidak menyangka dengan tanggapan bupati. Ini memberikan semangat lebih bagi saya untuk lebih aktif dan semangat bekerja,” ucapnya.

Lulusan Sarjana Pendidikan Guru PAUD (S-1) ini berharap, setelah diangkat sebagai tenaga kontrak, ia memiliki peluang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau kini disebut Aparatur Sipil Negara (ASN). (audy)