Kotim  

Presiden Jokowi Dorong Kotim Jadi Penyangga Pangan IKN

Sehubungan dengan perpindahan IKN dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur, pemerintah pusat tengah mempersiapkan sejumlah daerah sebagai penyangga pangan, termasuk Kotim. Jokowi menjelaskan bahwa melalui program pompanisasi yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), masa tanam yang semula satu kali setahun bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali setahun, sehingga produktivitas pertanian meningkat.

Kotim menjadi salah satu daerah penerima bantuan pompanisasi. Dengan adanya program ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kotim tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal tetapi juga dapat memasok kebutuhan IKN.

“Ini bukan hanya untuk Kotim saja, tetapi kabupaten-kabupaten lain yang kelebihan produksi akan ditarik ke IKN,” tambah Jokowi.

Bupati Kotim Halikinnor menyatakan kesiapannya apabila Kotim ditunjuk sebagai penyangga pangan IKN. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun master plan terkait hal ini yang akan diusulkan ke Kementan.

“Kotim siap menjadi penyangga IKN. Kami telah menyusun master plan dan akan mengusulkannya ke kementerian. Karena selama ini kami memiliki lahan pertanian yang cukup luas, bahkan surplus,” ujar Halikinnor.

Halikinnor menyebut bahwa luas lahan pertanian di Kotim cukup mendukung untuk menjadi penyangga pangan IKN. Dengan bantuan pompanisasi dari pemerintah pusat, hasil pertanian yang semula satu kali tanam bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam, memungkinkan surplus untuk memasok IKN. Selain padi, tanaman palawija juga termasuk dalam program ini.

Presiden Jokowi juga menyinggung pengembangan peternakan dan pertanian jagung di Kotim. Hal ini menjadi isyarat agar Kotim dapat mengembangkan sektor-sektor tersebut untuk mewujudkan ketahanan pangan.(audy)