Warga Balai Panjang Resah, Air Pamtigo Mati Sudah Hampir Seminggu

Payakumbuh, fajarharapan.id – Warga Kelurahan Balai Panjang Kecamatan Payakumbuh Selatan resah, ratusan pelanggan Perumda Tirta Sago (pamtigo) Payakumbuh dalam lima hari terakhir ini tidak mendapat pasokan air kerumah – rumah warga. Informasi penyebab tidak mengalirnya air atau matinya air belum ada informasi yang pasti, baik itu dari pihak pemerintah maupun dari pengelola pamtigo sendiri. Sehingga Group Whats App (WA) warga Kelurahan Balai Panjang menjadi heboh.

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap makhluk hidup, tidak terkecuali manusia. Dapat dipastikan, manusia tidak akan mampu bertahan hidup tanpa air, karena air merupakan salah satu elemen dasar yang menunjang proses metabolisme tubuh manusia.

Sehingga, saat ini banyak warga yang mengungsi ke tempat family, ada di Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota bahkan ada yang mengungsi ke Padang. Untuk kebutuhan minum bisa saja membeli air kemasan atau air yang diantar oleh Pamtigo melalui mobil tangkinya. Tetapi, untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) itu menjadi persoalan mendasar yang menjadi keluhan warga Kelurahan Balai Panjang.

Direktur Utama Perumda Tirta Sago Payakumbuh Khairul Ikhwan dihubungi wartawan fajarharapan.id biro Payakumbuh melalui WA Minggu (14/5/2023) menyampaikan, permintaan maaf atas ketidaknyamanan konsumen kami di Kelurahan Balai Panjang umumnya dan khususnya area terdampak Perumahan Taman Mutiara Karina, Tangah Padang dan area Medan Nan Bapaneh. Terhentinya aliran air sehubungan dengan adanya penurunan level sumber air diprediksikan gangguan aliran air kecil atau mati.

“Terjadinya gangguan aliran air pada hari Rabu 10 Mei 2023 lalu dan hari itu juga pemberitahuan kami sampaikan melalui media sosial Instagram (IG) Pamtigo, untuk itu, kami meminta warga dapat bersabar, terutama yang terdampak dengan matinya aliran air kerumah. Saat ini, tim teknis tengah berada dilapangan berupaya untuk mengembalikan atau mengumpulkan sumber air agar bisa ditampung di bak penampungan lagi. Sementara dalam perbaikan, Perumda Tirta Sago memasok air dengan mengirim mobil tangki ke titik titik yang padat penduduk. Terutama pada Mesjid dan Mushala, suplay air tetap terisi penuh pada bak penampungannya”, ujar Khairul.

Ditambahkan Khairul, saat ini Perumda Tirta Sago berupaya dengan semaksimal mungkin mengatasi keluhan konsumen dalam kebutuhan air untuk masyarakat Payakumbuh secara luas. Besar harapan kita, semoga sumber air di Water Treatment Plant (WTP) Batang Agam Tanjung Pauh, butuh memaksimalkan fungsinya yang sekarang baru sebatas bisa 20 liter perdetik.

Sehubungan WTP saat ini masih aset dan dikelola Pemerintah Pusat, untuk melakukan perubahan fisik maka untuk kelanjutan program dan dukungan dana perlu dari Pemerintah Pusat. Upaya untuk itu, dua kali kita telah menemui pihak kementerian. Baik bersama Walikota Riza Falepi dan terakhir bersama Penjabat Walikota Payakumbuh Rida Ananda. Kemudian, kita juga telah menemui Bapak Muhammad Iqbal Anggota DPR RI dari Komisi V beserta anngota DPR RI lainnya, untuk membantu izin dari pihak kementerian terkait atau WTP dapat diserahkan pengelolaan pada Pemerintah Kota Payakumbuh.

Sedangkan, untuk sumber air di Balai Panjang, beberapa hari yang lalu kita sudah mendatangi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, sekaligus menginformasikan persyaratan yang diperlukan dalam perbaikan sumber air / mata air yang saat ini mengalami penurunan level yang awalnya 11 cm mengalami penurunan menjadi 7 cm. Kita tunggu verifikasi dari BWS V, kata Khairul.

Kepala Kelurahan Balai Panjang Kecamatan Payakumbuh Selatan Bima Ramon, S.Sos ketika dihubungi fajarharapan.id membenarkan terhentinya pemasokan air pada sejumlah kawasan di Kelurahan Balai Panjang sudah hampir seminggu. Saya sudah konfirmasi pada Dirut Perumda Tirta Sago secara langsung, Tim Tekhnis Perumda Tirta Sago sedang bekerja dilapangan. Mereka bekerja sampai malam, untk mengatasi penurunan level sumber air.

“Untuk itu, saya berharap semoga masyarakat bisa bersabar, dalam kebutuhan air Perumda Tirta Sago siap memberikan bantuan melalui mobil tangki yang akan dikirim pada titik titik tertentu dan masyarakat silahkan untuk mengambil dan menampungnya”, harap Bima. (Zik)