Kota Pariaman – Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof.Dr.Muhadjir Effendi, kunjungi Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Kota Pariaman, Jum’at malam (15/3/2024).
Kunjungan Menko PMK Muhadjir Effendi dalam rangka kunjungan kerja ke Sumatera Barat, melihat dan mengamati penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor, maupun pasca bencana yang terjadi pada beberapa daerah di Sumatera Barat.
Terutama di Pesisir Selatan dan Padang Pariaman, telah terjadi kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, rumah sekolah dan rumah penduduk serta korban jiwa.
Sehingga beberapa Menteri dan Pejabat setingkat Menteri berdatangan menyilau titik lokasi daerah terparah diterjang bencana alam banjir dan longsor tersebut.
Menko Muhadjir Effendi usai melihat kondisi Jembatan Pulau Aie dan Kawasan Perumahan Oman di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman, juga berkesempatan mengunjungi RS Aisyiyah Kota Pariaman.
Kedatangan dia didampingi Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Bupati Suhatri Bur, Ketua PWM Sumbar Bachtiar tersebut disambut Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pariaman Dra.Endrawati, MA bersama Ketua PDM Kota Pariaman yang juga Badan Pembina Harian (BPH) Aisyiyah Drs. Nasril dan Direktur RS Aisyiyah dr.Tri Wijayanto, MARS, FISQua
Dalam kesempatan itu, Menko Muhadjir Effendi melihat langsung fasilitas yang tersedia di RS Aisyiyah Pariaman. Seperti Pelayanan Poliklinik dan ruangan rawat inap dan UGD 24 Jam.
,
Direktur RS Aisyiyah Tri Wijayanto kepada Menko Muhadjir Effendi menjelaskan mengenai pelayanan yang disediakan RS Aisyiyah Pariaman. Yakni UGD 24 Jam, Kamar Operasi 24 Jam, Layanan Laboratorium, Layanan Radiologi dan Layanan Rawat Inap dengan ICU yang lengkap dengan ventilator.
“Rencana pengembangan RS Aisyiyah kedepannya, agar pelayanan lebih optimal terkait instalasi bedah sentral dan pelayanan kamar rawat inap standar (KRIS) sebagaimana yang telah dicanangkan Kementerian Kesehatan. Tentu, kita butuh dan suport dari Pemerintah” tutur Tri Wijayanto.
Pernyataan dari Direktur RS Aisyiyah Tri Wijatanto adanya dukungan dari Pemerintah tersebut, langsung direspon Menteri Muhadjir Effendi.
Ia menegaskan agar KRIS bisa terwujud dan terlaksana dengan baik di RS Aisyiyah Pariaman ini, maka harus melakukan penambahan tempat tidur. Hal demikian, sesuai amanah pemerintah. Yaitu ada 40 persen dari total tempat tidur yang ada di rumah sakit.
“Untuk fasilitas penunjang berupa alat CT scan dan ventilator pada ruangan ICU, bisa coba diajukan kepada Kementerian nantinya” jawab Menko Muhadjir Effendi menyarankan.
Dia sangat mendukung program pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Juga selaras dengan program RS Aisyiyah Pariaman sebagai Amal Usaha Muhammadiyah Aisyiyah.
“Pelayanan kesehatan sebagai bentuk Amal yang wajib diberikan secara inklusif kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Untuk itu, tentu diperlukan fasilitas lengkap ditunjang kerja petugas yang profesional” tutur Menko Muhadjir Effendi yang pernah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Usai kunjungan Menko Muhadjir Effendi itu, Ketua PDA Kota Pariaman, Endrawati kepada Wartawan media ini merasa bangga dan senang adanya kunjungan Menko tersebut walaupun sebentar menyilau RS Aisyiyah.
Kata Endrawati, Menko Muhadjir Effendi mengunjungi RS Aisyiyah Kota Pariaman, karena salahsatu Rumah Sakit swasta yang ikut andil dalam memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sebagian wilayah Sumatera Barat.
Begitu dua hari sesudah kejadian musibah, sambung Endrawati, kita telah menghadirkan Posko Kesehatan di Pesisir Selatan diberi nama “Posko LRB MDMC PWM Sumbar”.
“Disana kita bersamaan dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang bergerak menangani bidang bencana” terang dia.
Ia menambahkan, adapun tenaga Tim Medis yang berada di Posko adalah dr.Rahmi Aldila Putri, NS. Haznel Hijratul Fajar, S.Kep, Apt. Isra Mairany, S.Farm, sedangkan dari MDMC Kota Pariaman adalah April Adek, Dedi Marsal.
“Kita bersyukur kepada Allaah, dan terimakasih kesemua pihak yang telah ikut membantu dengan memfasilitasi atas kedatangan Menko PMK. Kita akan dorong Direktur RSA agar mempersiapkan proposal untuk dibawa ke Jakarta” sebut Endrawati yang juga salah seorang Kepala SDN di Sungai Limau, Padang Pariaman dengan suara serak rasa kegembiraannya.(ssc).






