Padang  

Mahasiswa Jadi Korban Pemerasan, Tiga Pelaku Berhasil Diamankan

Korban Pemerasan
ilustrasi

Padang – Sebuah insiden menangkap perhatian polisi ketika tiga pemuda dicurigai terlibat dalam tindak pemerasan terhadap seorang mahasiswa di daerah Pantai Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Penangkapan ketiga pelaku didasarkan pada laporan polisi (LP) dengan nomor LP/B/02/I/2024/SPKT/Sektor Padang Barat/Polresta Padang/Polda Sumbar, yang diajukan pada tanggal 21 Januari 2024. Ketiga tersangka adalah CTT (24) alias Krispo (24), AP alias Ateng (19), dan seorang individu berinisial D.

Muhammad Fauzy (22), seorang mahasiswa dan korban dalam kejadian tersebut, berasal dari Batagak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dan juga merupakan pelapor kejadian tersebut.

Penangkapan dilakukan pada Minggu (21/1/2024) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB,” ungkap Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Padang Barat, AKP Hilmi Manossoh Prayugo, pada hari Senin (22/1/2024).

Pelaku menggunakan modus dengan menuduh korban berbuat gaduh di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada dekat dengan Pantai Padang. Hilmi menjelaskan bahwa pelaku meminta korban memberikan uang, awalnya dengan mengancam menggunakan kayu balok dan meminta dua slof rokok. Meskipun korban tidak menyanggupi, pelaku memeriksa isi saku korban dan rekannya, berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp200 ribu.

“Hal ini tidak cukup, para pelaku kemudian menyuruh korban untuk mengambil uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Saat korban turun untuk mengambil uang, ponsel korban yang berada di handel persneling mobil juga diambil oleh pelaku,” ujarnya.

Sebagai akibat dari kejadian ini, total kerugian yang dialami korban mencapai Rp3,2 juta, dan korban segera melaporkan insiden ini ke Polsek Padang Barat.

“Hingga saat ini, pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polsek Padang Barat tanpa adanya perlawanan. Modus operandi mereka adalah menuduh korban berbuat onar dan memaksa untuk membayar kompensasi atas tindakan yang dituduhkan kepadanya, semacam uang takut,” jelasnya.(des)