BOLOGNA – Francesco Bagnaia menegaskan bahwa ia tidak berminat menandatangani kontrak jangka panjang bersama Ducati Lenovo. Juara dunia MotoGP 2023 tersebut kemudian menyentuh soal kontrak jangka panjang yang dimiliki Marc Marquez dengan Honda Racing Corporation (HRC).
Bagnaia, saat ini dianggap sebagai pembalap unggulan Ducati Corse. Pembalap berusia 26 tahun ini telah membawa timnya meraih dua gelar juara dunia MotoGP dalam dua musim terakhir.
Meskipun begitu, CEO Ducati, Claudio Domenicali, enggan memberikan kontrak jangka panjang kepada Bagnaia. Sang pembalap dibiarkan berkembang dan berkontribusi bersama pabrikan Italia tersebut.
Ternyata, Bagnaia setuju dengan pendapat Domenicali. Ia menegaskan bahwa tidak akan menerima tawaran kontrak jangka panjang, termasuk dari Ducati!
“Anda benar, saya sendiri tidak ingin menandatangani, saya ingin tetap termotivasi. Kami melihat bagaimana hal itu terjadi pada (Marc) Marquez, yang telah menandatangani perpanjangan kontrak selama empat tahun dengan Honda,” ujar Bagnaia seperti dilansir dari Tuttomotoriweb, Senin (1/1/2024).
“Saya berpikir yang terbaik adalah mempertimbangkan kontrak dua tahun untuk selalu memberikan yang terbaik. Dengan cara ini, rasa cinta saya pada Ducati tetap ada dan akan terus ada. Dan menurut saya, itu saling menguntungkan,” tambah pembalap asal Italia tersebut.
Bagnaia sendiri akan membalap bersama Ducati Lenovo lagi pada musim mendatang, berduet dengan Enea Bastianini. Kontrak keduanya akan berakhir pada akhir MotoGP 2024.
Sebelum musim depan dimulai, keduanya akan menghadapi serangkaian tes MotoGP. Dua tes tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini, yakni tes Shakedown dan tes reguler di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.
Shakedown dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Februari 2024 dan diikuti oleh pembalap rookie atau penguji. Selanjutnya, tes pramusim MotoGP 2024 akan dilaksanakan pada 6-8 Februari 2024, di lokasi yang sama.(BY)






