ANDORRA – Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) tidak terlalu memikirkan performanya yang menurutnya kurang memuaskan di MotoGP 2023. Baginya, kekhawatiran terbesarnya adalah stres yang muncul ketika berada dalam persaingan untuk merebut gelar juara.
El Diablo -sebutan untuk Quartararo- hanya mampu finis di peringkat 10 di MotoGP 2023. Dia tidak meraih kemenangan dalam balapan utama dan hanya naik podium sebanyak tiga kali.
Sebagai hasilnya, MotoGP 2023 menjadi pencapaian terlemahnya sejak naik ke kelas utama pada musim 2019. Pada musim debutnya, Quartararo berhasil naik podium tujuh kali dan bahkan sempat berada di papan atas sebelum akhirnya finis di peringkat lima.
Meski demikian, Quartararo menganggap MotoGP 2023 tidak terlalu menegangkan baginya, meskipun performanya mengalami penurunan yang cukup signifikan dan adanya tambahan sesi sprint setiap pekan. Dia berpendapat bahwa tingkat stresnya jauh lebih tinggi ketika bersaing di papan atas untuk merebut gelar juara.
Selama tiga tahun terakhir, Quartararo selalu berada dalam persaingan untuk merebut gelar juara MotoGP, terutama pada musim 2021 dan 2022. Dalam dua musim tersebut, dia selalu terlibat dalam pertarungan sengit hingga akhir musim dengan bintang Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.
Pada MotoGP 2021, pembalap asal Prancis itu berhasil mengatasi perlawanan Bagnaia dan keluar sebagai juara. Namun, pada musim 2022, giliran pembalap berpaspor Italia itu yang mengalahkannya dengan membalikkan keadaan setelah tertinggal 91 poin, yang merupakan comeback terbaik sepanjang sejarah balapan Grand Prix.
Oleh karena itu, Quartararo tidak terlalu stres ketika performanya menurun di MotoGP 2023. Baginya, bahkan jika kalah, itu tidak akan mengubah situasinya sehingga dia dapat tampil tanpa tekanan.(BY)






