Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Perum Bulog untuk meningkatkan pasokan beras hingga mencapai 3 juta ton sebagai langkah antisipasi di tengah kondisi tertentu yang mungkin dihadapi Indonesia.
Instruksi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. Saat ini, Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog berada di angka 1,6 juta ton, dengan tambahan stok impor beras sesuai penugasan pemerintah kepada Bulog. Arief menegaskan bahwa Bulog akan menjaga stok CBP di atas 1 juta ton, dan sesuai arahan Presiden, akan terus ditambahkan hingga mencapai 3 juta ton untuk memastikan ketersediaan stok negara dalam menghadapi berbagai kondisi.
Di sisi lain, Presiden Jokowi juga memastikan bahwa program bantuan sosial (bansos) berupa beras sebanyak 10 kilogram (kg) untuk keluarga penerima manfaat (KPM) akan dilanjutkan selama tiga bulan pertama, yaitu pada periode Januari, Februari, dan Maret 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara ketika sedang mendistribusikan beras bantuan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama kunjungannya, Presiden juga melakukan pengecekan stok Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog di tiga lokasi, yakni Labuan Bajo, Nagekeo, dan Kupang.
Presiden menyampaikan bahwa bantuan pangan telah disalurkan oleh pemerintah sejak April 2023 dan akan terus diberikan kepada keluarga penerima manfaat hingga Maret 2024.
“Setelah bantuan pangan bulan September, Oktober, dan November selesai dibagikan, ditambah lagi untuk bulan Desember. Selanjutnya nanti bulan Januari, Februari, Maret (2024) akan diberikan lagi,” tambahnya.(BY)






