Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia berencana untuk mengimpor 1 juta ton beras dari China pada tahun depan. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan impor beras sebanyak 2 juta ton yang telah diterapkan oleh pemerintah pada tahun ini. Budi menyatakan bahwa impor tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak yang masih diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan akibat kekeringan.
Budi menjelaskan, “Kondisi cuaca yang tidak bersahabat, banjir, dan gagal panen yang melanda beberapa wilayah yang merupakan produsen beras, akhirnya mengakibatkan ketersediaan beras menjadi terbatas. Dengan berat hati, kita harus mulai mengimpor beras sejak akhir tahun lalu, yakni pada akhir 2022. Namun, karena masalah cuaca yang terus berlanjut, produksi beras terus menurun, dan kita diamanahkan untuk mengimpor sebanyak 2 juta ton pada tahun 2023.”
Keputusan impor ini diambil oleh pemerintah sebagai langkah proaktif, agar tidak terlambat dalam mengatasi masalah ketersediaan beras. Budi mengatakan, “Prediksi mengenai kekeringan ini tidak hanya berlaku tahun ini. BMKG akan terus memantau kondisi cuaca, dan jika ada indikasi rawan cuaca, Presiden pasti akan memerintahkan langkah-langkah antisipasi lebih lanjut. Kita tidak ingin terlambat dalam mengambil tindakan.”
Selain itu, Budi juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan peningkatan jumlah impor beras. Hal ini dilakukan karena produksi beras dalam negeri mengalami penurunan yang tidak dapat dihindari. “Produksi beras dalam negeri memang mengalami penurunan, bukan karena salah siapa-siapa, melainkan karena kita tidak bisa melawan alam. Awal tahun ini, banjir telah menyebabkan banyak lahan padi gagal panen, sehingga produksi beras masih kurang. Saat ini, adanya El Nino juga berdampak pada produktivitas pertanian padi. Oleh karena itu, langkah-langkah ini menjadi wajar,” jelasnya.
Budi juga menyebutkan bahwa China telah bersedia menjadi salah satu negara pemasok beras untuk Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah mendapatkan pasokan beras dari sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, dan Pakistan. “Jadi, jika nantinya saya (Bulog) mendapat tugas untuk mengimpor tambahan 1 juta ton beras, saya akan mengambilnya dari China, yang telah menyiapkan 1 juta ton. Dengan demikian, kita tidak perlu mengimpor dari Thailand, Vietnam, atau negara-negara lain seperti yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk Pakistan,” tambahnya.(des)






