Pariaman Masuk Tiga Besar Kota Terinovatif Regional Sumatera IGA 2026

Wali Kota Pariaman Yota Balad mempresentasikan inovasi Pemko Pariaman untuk IGA 2026.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mempresentasikan inovasi Pemko Pariaman untuk IGA 2026.

Pariaman – Kota Pariaman kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan berhasil masuk dalam tiga besar nominasi kategori Kota Terinovatif Regional Sumatera pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Informasi membanggakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, setelah mengikuti tahapan presentasi IGA 2026 secara daring bersama tim penilai Kemendagri. Kegiatan itu berlangsung melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Wali Kota Pariaman, Selasa (3/11/2026).

Yota Balad mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, sepanjang proses penilaian, Kota Pariaman telah mengajukan sebanyak 309 inovasi daerah. Capaian tersebut berhasil mengantarkan Pariaman masuk dalam 10 besar kota terinovatif tingkat nasional sekaligus menempati tiga besar di kawasan Regional Sumatera.

Dalam sesi presentasi, Pemerintah Kota Pariaman mengusung dua inovasi unggulan. Pertama, inovasi non-digital bertema pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program Pariaman Sport Tourism.

Kedua, inovasi digital pada bidang pelayanan dasar kesehatan, yakni SIPINTER ILP (Sistem Informasi P1, P2, P3 Terintegrasi Berbasis Integrasi Layanan Primer).

Yota menegaskan, inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah tidak boleh hanya sebatas memenuhi kebutuhan penilaian atau administrasi. Lebih dari itu, setiap terobosan harus memberikan manfaat nyata dan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui program Pariaman Sport Tourism, pemerintah daerah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta membuka peluang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sementara itu, penerapan SIPINTER ILP diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan dasar melalui pengelolaan informasi yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi secara digital.

Ia berharap keberhasilan masuk tiga besar IGA 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran aparatur Pemerintah Kota Pariaman untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja.

Yota juga menginginkan agar budaya inovasi di lingkungan pemerintahan terus berkembang, dapat diterapkan secara berkelanjutan, serta menjadi solusi terhadap berbagai persoalan strategis daerah.

Beberapa fokus yang menjadi perhatian antara lain penurunan angka kemiskinan, peningkatan PAD, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Dengan semangat inovasi yang terus terjaga, kita berharap Kota Pariaman semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat,” tutupnya.(Rey)