Kota Solok, fajarharapan.id – Di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Puncak Garunun Payo atau yang akrab disebut Puncak Bidadari, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, kini tengah berbenah. Panorama Kota Solok, hamparan sawah yang membentang luas, jajaran pegunungan hijau, hingga keindahan Danau Singkarak terlihat jelas dari sini.

Namun keindahan alam saja tidak cukup, Pemerintah Kota Solok kini menyempurnakannya dengan infrastruktur yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Melalui dukungan Dana Transfer Ke Daerah (TKD), pengembangan kawasan ini difokuskan pada dua hal utama: pembangunan dinding penahan tebing dan penataan area lepas landas (take off) paralayang untuk mencegah longsor, serta pembangunan sarana penunjang kenyamanan seperti mushalla dan tempat istirahat yang layak.
Walikota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., menegaskan bahwa pembangunan destinasi wisata bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan membangun harapan dan kesejahteraan masyarakat.

Puncak Garunun Payo adalah anugerah yang harus kita jaga dan kelola dengan bijak. Pengembangan yang kita lakukan saat ini bukan hanya untuk keindahan semata. Akan tetapi tempat Wisata itu bakan menjadi tempat dilaksanakannya ajang Pralayang pada gelaran Porprov ke XVI bulan Oktober 2026.
Untuk memeriahkan ajang Pralayang tersebut, tempat itu diyakini bakal banyak menarik pengunjung dari berbagai daerah. “Pemerintah Kota Solok mengemas puncak Garuhun Payo ini juga agar wisatawan merasa aman dan nyaman berkunjung ke tempat itu.
Yang terpenting, kehadiran destinasi ini harus memberi dampak langsung bagi warga sekitar, dan juga bakal membuka lapangan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena tempat Wisata yang berkualitas kita yakini bakal membawa manfaat dan kesejahteraan masyarakat Kota Solok, “ujar Walikota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M, Rabu (17/09) di Kantor Walikota Solok.
Walikota Solok Ramadhani menjelaskan bahwa, kawasan ini telah ditetapkan sebagai lokasi Olahraga paralayang, bahkan telah ditinjau langsung oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Penataan yang berkelanjutan diharapkan menjadikan Puncak Garunun Payo sebagai ikon baru wisata alam dan aerosport di Sumatera Barat, dan juga ditetapkan sebagai ajang Pralayang pada Porprov XVI bulan Oktober tahun 2026 ini.

Ia menyatakan, kehadiran Puncak Payo itu telah membawan perubahan positif bagi masyarakat sekitar dan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Terutama warga yang merasakan dampak tersebut adalah warga Kelurahan Tanah Garam yang kini membuka kedai kecil di dekat kawasan wisata.
Dikatakan Walikota Solok, sejak Puncak Garunun Payo semakin dikenal dan fasilitasnya diperbaiki, jumlah pengunjung terus bertambah. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga membeli makanan dan kerajinan yang kami jual. ” Ini berkah besar bagi warga sekitar. Semoga ke depannya semakin banyak orang yang mengenal tempat indah ini dan perekonomian warga semakin baik.”sebut Wako Solok.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok Happy Dharmawan menyatakan, dengan penataan yang terus ditingkatkan dan berwawasan lingkungan, Puncak Garunun Payo tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau. Bakal tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat yang nyata.
“Langkah itu adalah sebuah langkah besar menuju pariwisata yang berkelanjutan di Kota Solok. Juga mana alam terjaga, wisatawan terlayani dengan baik, dan masyarakat setempat pun ikut sejahtera,”ujarnya.

Ia menyebutkan, ditempat Wisata itu terlihat produk-produk UMKM lokal kini semakin dikenal dan diminati wisatawan yang berkunjung. Daya beli pengunjung semakin meningkat. Produk-produk khas Kota Solok yang kami tawarkan semakin laris manis.
“Kita yakin Wisatawan datang tidak hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga mendukung karya anak bangsa di daerah Kota Solok. Kehadiran objek wisata ini benar-benar membuka peluang baru bagi para pelaku usaha kecil, UMKM, Pelaku Usaha Kerajinan di Kota Solok,”tutupnya.(Ron)







