Pulpis  

Tanaman Median Jalan Panunjung Tarung Pulang Pisau Mengering, Perawatan Dipertanyakan

Tanaman Median Jalan Panunjung Tarung Pulang Pisau Mengering
Tanaman Median Jalan Panunjung Tarung Pulang Pisau Mengering

Pulang Pisau, fajarharapan.id – Pemandangan tak sedap terlihat di ruas Jalan Panunjung Tarung, kawasan perkotaan Pulang Pisau. Deretan tanaman hias yang menghiasi median jalan utama tersebut tampak layu. Sebagian bahkan berubah warna menjadi cokelat dan terlihat mengering.

Kondisi ini sontak menjadi perhatian warga. Di tengah minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, muncul pertanyaan apakah tanaman-tanaman tersebut layu akibat kemarau atau justru karena minim perawatan dan penyiraman.

Pantauan di lokasi, sejumlah tanaman hias yang berada di sepanjang median jalan tampak tidak lagi segar seperti sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran tanaman yang masih berpotensi tumbuh justru mati karena tidak mendapatkan cukup air.

Seorang warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap pemeliharaan tanaman di median jalan tersebut.

“Terlepas musim kemarau, kami lihat tanaman hias kita ini memang dibiarkan dan tidak disiram secara teratur. Seharusnya kalau musim kemarau, penyiraman justru lebih sering dilakukan agar tanaman tetap tumbuh segar dan hijau,” ujar warga.

Kekhawatiran serupa disampaikan warga lainnya yang meminta namanya tidak disebutkan.

Ia menduga ratusan tanaman hias di median jalan utama Kota Pulang Pisau tersebut dibiarkan hingga akhirnya layu dan berpotensi mati.

“Kalau memang nantinya akan diganti dengan tanaman baru, sangat disayangkan. Tanaman yang ada sebelumnya masih tumbuh subur. Kalau diganti tentu membutuhkan anggaran lagi, sementara daerah juga sedang menghadapi efisiensi,” katanya.

Sorotan warga kini mengarah pada pemeliharaan tanaman di ruang publik tersebut. Mereka meminta pemerintah daerah memastikan tanaman yang sudah ditanam dan masih bisa diselamatkan mendapat perawatan, terutama penyiraman selama musim kemarau.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kabupaten Pulang Pisau, Anas Riyadi, ST, MT, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya pada Senin (5/10/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab tanaman tersebut mengering, apakah murni akibat kondisi cuaca atau terdapat faktor lain dalam pemeliharaannya. Warga berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap dinas terkait segera turun tangan dan melakukan penyiraman secara berkala. Tanaman yang kering ini sebenarnya masih bagus dan sebelumnya tumbuh subur,” ujar warga.

Kondisi tanaman di median Jalan Panunjung Tarung tersebut pun kini menjadi perhatian masyarakat. Warga masih menunggu penjelasan pemerintah sekaligus langkah konkret untuk menyelamatkan tanaman yang masih dapat dipertahankan.(FJR)