Mitos Kucing Oren Lebih Nakal, Benarkah?

Kucing oren sering dianggap badung.
Kucing oren sering dianggap badung.

Jakarta — Anggapan mengenai kepribadian kucing berdasarkan warna bulunya masih banyak beredar di masyarakat. Kucing oren, misalnya, kerap dicap lebih usil dan aktif, sedangkan kucing putih sering dianggap memiliki sifat tenang dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan.

Namun, persepsi tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan karakter seekor kucing. Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Leni Maylina, mengatakan belum terdapat dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa warna bulu berkaitan langsung dengan kepribadian kucing.

Menurut Leni, anggapan semacam itu umumnya terbentuk dari stereotip atau pengalaman pemilik ketika berinteraksi dengan kucing tertentu. Pengalaman terhadap satu atau beberapa ekor kucing kemudian digeneralisasi seolah-olah berlaku pada seluruh kucing dengan warna bulu yang sama.

Kucing yang terlihat sangat aktif, misalnya, bisa saja memang mempunyai tingkat energi tinggi atau karakter individu yang lebih dominan. Kondisi tersebut tidak otomatis berhubungan dengan warna bulunya.

Faktor yang lebih berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian kucing antara lain genetik, pengalaman pada masa awal kehidupan, proses sosialisasi dengan manusia, serta lingkungan tempat kucing dibesarkan.

Kucing yang mendapatkan perlakuan baik, perhatian, dan interaksi positif sejak kecil cenderung lebih mudah beradaptasi serta menunjukkan perilaku ramah. Hal itu bisa terjadi pada kucing dengan warna bulu apa pun.

Selain faktor genetik dan lingkungan, ras juga dapat memiliki kaitan dengan kecenderungan perilaku tertentu. Beberapa jenis ras mempunyai karakteristik yang relatif khas. Kucing Siamese, contohnya, dikenal memiliki kecenderungan lebih aktif dan banyak bersuara.

Karena itu, kucing dengan bulu putih maupun oren tetap dapat mempunyai kepribadian yang berbeda-beda.

“Karakter kucing tidak ditentukan oleh warna tubuh mereka sehingga ini adalah mitos,” ujar Leni.

Ia menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat mendukung anggapan bahwa warna tubuh tertentu secara langsung menentukan sifat kucing.

Mengenali Karakter Kucing dari Perilakunya

Daripada melihat warna bulu, pemilik sebaiknya memperhatikan perilaku dan bahasa tubuh kucing untuk memahami kondisi maupun kecenderungan karakternya. Proses tersebut membutuhkan pengamatan secara rutin karena setiap kucing memiliki cara berbeda dalam menunjukkan respons.

Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Ekspresi wajah

Kucing yang merasa aman umumnya memperlihatkan wajah yang lebih santai dengan mata dalam kondisi rileks. Sebaliknya, ketika merasa terancam atau ketakutan, mata dapat terbuka lebih lebar dan ekspresi wajah terlihat tegang.

2. Postur tubuh

Sikap tubuh dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi emosional kucing. Berdiri atau duduk dengan tubuh tegak dan ekor terangkat sering berkaitan dengan rasa nyaman dan percaya diri.

Sebaliknya, tubuh yang merunduk atau ekor yang diselipkan ke antara kaki dapat menunjukkan rasa takut maupun kecemasan.

3. Gerakan ekor

Posisi ekor juga dapat membantu membaca suasana hati kucing. Ekor yang berdiri tegak, termasuk dengan sedikit lengkungan pada ujungnya, biasanya terlihat ketika kucing berada dalam kondisi nyaman atau percaya diri.

Sementara itu, ekor yang ditekuk ke bawah atau berada di dekat tubuh dapat menjadi tanda kucing sedang tidak nyaman atau merasa terancam.

4. Respons melalui suara

Kebiasaan mengeong dapat menunjukkan berbagai kebutuhan, seperti keinginan mendapatkan perhatian atau berinteraksi dengan manusia. Namun, kucing yang jarang mengeong juga tidak bisa langsung dikategorikan memiliki sifat tertentu karena pola komunikasi setiap kucing berbeda.

5. Kebiasaan fisik

Mencakar dan menggigit tidak selalu berarti kucing memiliki sifat agresif atau nakal. Perilaku tersebut dapat muncul ketika kucing sedang bermain, mengeksplorasi lingkungan, atau merespons kondisi tertentu.

Begitu juga dengan kucing yang lebih banyak tidur atau memilih tempat yang tenang. Kebiasaan tersebut belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan kepribadian seekor kucing.

Dengan demikian, warna bulu sebaiknya tidak digunakan sebagai ukuran untuk menilai karakter kucing. Pemilik perlu memperhatikan pola perilaku, bahasa tubuh, pengalaman hidup, faktor genetik, serta lingkungan untuk mengenali kepribadian hewan peliharaannya secara lebih tepat.(BY)