Jasa Raharja Sumbar Bersama Stakeholder Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Koto Tangah

Jasa Raharja Sumbar Bersama Stakeholder Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Koto Tangah
Jasa Raharja Sumbar Bersama Stakeholder Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Koto Tangah

Padang, fajarharapan.id – PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Sumatera Barat bersama sejumlah stakeholder perkeretaapian dan lalu lintas melaksanakan Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian di Perlintasan Sebidang, Rabu (16/9/2026). Kegiatan berlangsung di Jalan Prof. Dr. Hamka, Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, tepatnya di perlintasan depan Aroma Kitchen.

Kegiatan tersebut melibatkan Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Ditlantas Polda Sumbar, BTP Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perhubungan Kota Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman, PT KAI bersama Polsuska, serta BPTD.

Sosialisasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan ketika melintasi perlintasan sebidang. Edukasi diberikan secara langsung kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, khususnya mengenai potensi risiko dan pentingnya mematuhi ketentuan keselamatan perkeretaapian.

Perlintasan sebidang merupakan lokasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi karena mempertemukan jalur kereta api dengan jalur lalu lintas umum. Karena itu, pengguna jalan diingatkan untuk selalu memperhatikan rambu dan tanda peringatan, berhenti ketika kereta api akan melintas, serta tidak menerobos perlintasan dalam kondisi yang membahayakan.

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat, Panji Akbar Nur Banten, mengatakan edukasi langsung kepada pengguna jalan menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kewaspadaan dan kedisiplinan pengguna jalan. Jangan pernah mengambil risiko dengan menerobos ketika kereta api akan melintas. Lebih baik berhenti dan menunggu sampai kondisi benar-benar aman,” ujar Panji.

Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena keselamatan perkeretaapian berkaitan dengan perilaku pengguna jalan, kondisi perlintasan, serta pengelolaan transportasi secara keseluruhan.

“Jasa Raharja bersama stakeholder terus mendorong edukasi keselamatan secara langsung kepada masyarakat. Harapannya, pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan ketika masyarakat menggunakan jalan dan melintasi jalur kereta api,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi lintas sektor antara Jasa Raharja, Kepolisian, pemerintah daerah, BTP, BPTD, dan PT KAI dalam mendukung keselamatan transportasi. Kolaborasi dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan antara kereta api dan pengguna jalan.

Jasa Raharja Sumatera Barat akan terus mendukung kegiatan edukasi dan pencegahan kecelakaan bersama stakeholder terkait. Melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan pengguna jalan semakin memahami risiko di perlintasan sebidang dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.(*)