Jakarta – Kecelakaan beruntun terjadi di Bentang Tengah Jembatan Suramadu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Insiden tersebut melibatkan lima kendaraan, termasuk sebuah kendaraan taktis Maung milik TNI AD yang mengalami kerusakan cukup parah.
Peristiwa itu turut terekam kamera ponsel salah seorang penumpang bus rombongan ziarah yang terlibat dalam kecelakaan. Dalam video tersebut, terlihat para penumpang bus yang berasal dari Surabaya tengah melakukan perjalanan menuju Kompleks Pasarean Syaichona Kholil di Bangkalan.
Para peziarah yang mayoritas merupakan perempuan tampak melantunkan shalawat bersama selama perjalanan. Situasi berubah ketika bus memasuki bagian tengah Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Madura.
Di lokasi tersebut, laju kendaraan di depan bus melambat karena adanya penyempitan jalur akibat pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jembatan. Bus yang berada di belakang diduga tidak cukup mengantisipasi perubahan kecepatan tersebut.
Bus kemudian menghantam bagian belakang kendaraan Maung milik salah satu batalion TNI AD yang bertugas di Madura. Benturan keras menyebabkan bagian belakang kendaraan dinas tersebut mengalami kerusakan berat.
Seorang anggota TNI yang keluar dari kabin kendaraan terlihat terkejut ketika melihat kondisi Maung yang ringsek akibat benturan.
Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan bus rombongan ziarah, satu kendaraan Maung TNI AD, serta tiga unit minibus. Kelima kendaraan mengalami kerusakan pada bagian bodi.
Salah seorang pengguna jalan, Baihaqi, mengaku mendengar suara benturan keras saat melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Saya nyetir santai dari belakang, tiba-tiba terdengar bunyi benturan keras. Bus menabrak mobil tentara di depannya, dan di depan bus ada tiga mobil lagi,” kata Baihaqi.
Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia maupun luka serius.
Pasca-insiden, lalu lintas di Jembatan Suramadu sempat tersendat dan menimbulkan antrean panjang. Petugas Satlantas Polres Bangkalan yang datang ke lokasi kemudian melakukan penanganan sehingga arus kendaraan kembali dapat diurai.
Kasus kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bangkalan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.(des*)







